Diskominfo Sultra Lakukan Observasi dan Survey Rencana Pembangunan BTS di Bombana dan Konsel

Kadis Kominfo Prov Sultra, Ridwan Badallah dan Pj. Bupati Bombana, Burhanuddin melakukan observasi dan survey perencanaan dan pembangunan BTS di Kec. Mata Usu Kab. Bombana.
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melaksanakan observasi dan survey perencanaan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di Desa Suka Mukti, Kecamatan Andoolo Barat Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Desa Wia-Wia, Kecamatan Mata Usu, Kabupaten Bombana.

Rombongan observasi dan survey ini dipimpin langsung Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sultra, Ridwan Badallah, didampingi Kabid Aplikasi dan Teknologi Informatika (Aptika), Herdiansyah, Kabid Persandian, Rikarding, Fungsional Komputer, Mutamar dan Juniati Aziza, Fungsional Humas Nursaputra, Perencana Zulfikar, PPTK Catur Prasetyo dan staf sekretariat Hardiman, Ananda dan Sang Ayu Made.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari berdasarkan tindak lanjut dari Kunjungan Kerja (Kunker) dan silaturahmi Gubernur Sultra H. Ali Mazi, kepada pemerintah, masyarakat, tokoh masyarakat, agama dan pemuda serta pendidik dan dunia pendidikan di Kabupaten Bombana.

Kemudian, Diskominfo Sultra melanjutkan kegiatan observasi dalam rangka kelayakan pembangunan BTS tahun 2023 di Konawe Selatan.

Kunjungan di Desa Suka Mukti, Kecamatan Andoolo Barat, diterima oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa dan perangkat desa serta Tokoh Masyarakat di Kantor Balai Desa Suka Mukti. Dalam pertemuan tersebut, juga dihadiri oleh konsultan perencanaan pembangunan BTS.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Ridwan Badallah yang biasa disapa Pak RB, menyampaikan hasil survey dan observasi sebagai berikut, Desa Suka Mukti dan seluruh desa yang berada dalam Kecamatan Andoolo Barat telah terpasang Fiber Optik oleh PT. Telkom.

“Masih terkendala signal 3G maupun 4G dibeberapa tempat di Kecamatan Andoolo Barat,” katanya.

Kemudian, tambah dia pembangunan BTS sesuai dengan persyaratan Kementerian Kominfo RI adalah wilayah tertinggal, terpencil dan terisolir (3T) yang tidak memiliki akses jaringan baik melalui fiber optik (FO) maupun Nirkabel atau BTS serta daerah yang wilayah tanpa signal di bukan 3T.

‘Wilayah tanpa signal (WTS) yang belum memiliki FO maka merupakan kewajiban pemerintah untuk membangun BTS. Pihak provider (PT. Telkom, Telkomsel, dan lain-lain dapat membangun FO maupun BTS berdasarkan Fisibility Study (FS) bahwa wilayah tersebut dari aspek maintenance dan penerimaan secara profitibility diperoleh provider,” terangnya.

Dari hasil survey tersebut maka dapat disimpulkan, pertama Desa Suka Mukti merupakan daerah di luar 3 T dan memiliki wilayah yang cukup sejahtera, akses jalan beraspal dan memiliki FO bukan saja di desa tersebut tapi semua desa di wilayah Kecamatan Andoolo Barat, Kabupaten Konawe Selatan.

Kedua, tidak dibenarkan pemasangan BTS oleh pemerintah di daerah yang memiliki FO ataupun BTS baik yang dibangun oleh BAKTI Kemenkominfo maupun oleh provider. Ketiga, pembatalan pembangunan BTS di Desa Suka Mukti.

“Namun terkait masih lemahnya signal maupun blankspot di beberapa lokasi di Kecamatan Andoolo Barat, maka akan dicarikan solusi oleh Diskominfo Sultra bersama Diskominfo Kabupaten Konawe Selatan dengan menghadirkan provider dan perwakilan masyarakat di semua Desa di Kecamatan Andoolo Barat,” ujarnya.

Keempat, keputusan pemindahan pembangunan BTS tersebut melalui konsultasi kepada Sekretaris Daerah, Asrun Lio serta Gubernur Sultra dan Wakil Gubernur Sultra.

Pada hari berikutnya, rombongan Diskominfo Sultra melakukan observasi dan survey atas aspirasi Kepala SMAN 8 Bombana terkait kesulitan mengakses internet dalam mendukung pembelajaran dan program Merdeka Belajar pada saat Silaturahmi Gubernur Sultra di hadapan Kepala SMA dan SLB se-Kabupaten Bombana bertempat di SMAN 3 Bombana.

Observasi dan survey yang langsung ditangani dan terjun langsung di lapangan adalah Kepala Dinas Kominfo Sultra. Doktor Manajemen jebolan UHO ini didampingi oleh Fungsional Komputer Juniati Aziza dan staf sekretariat Ananda, dan Sang Ayu Made. Sementara itu, pihak Kabupaten Bombana, ikut serta mendampingi yakni Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bombana, Sofian Baco, Camat Mata Usu, Syamsul, Kepala Desa Wia-Wia serta staf Dinas Kominfo Kabupaten Bombana. Sebelum menuju lokasi tujuan.

Perjalanan menuju Desa Wia-Wia ditempuh selama 2 jam dengan jalan berlobang, menyusuri sungai dan perkebunan kelapa sawit yang luasnya dilalui selama dua jam menggunakan kendaraan double kabin.

Adapun hasil observasi dan survey disimpulkan beberapa point, yakni :

1. Telah terbangun BTS oleh BAKTI Kominfo RI dengan jarak SMAN 8 sekitar 100 meter saja.

2. BTS tersebut sudah dapat melayani akses internet (whatsapp, telepon dan media sosial lainnya) namun tidak dapat mengakses upload dan download data, memutar video pembelajaran dan memutar atau mengupload video baik ke media sosial maupun untuk kebutuhan pendidikan dan pemerintahan.

3. Belum dapat dilakukan PKS dari BAKTI ke pihak PT. Telkomsel yang diinisiasi Diskominfo Kabupaten Bombana disebabkan pembangunan BTS se-Indonesia oleh BAKTI masuk diranah penyidikan dan belum ingkrah keputusannya.

Berdasarkan temuan di atas maka baik Diskominfo Prov. Sultra, Diskominfo Kabupaten Bombana maupun Camat Mata Usu dan Kelala Desa Wia-wia bersepakat melakukan pertemuan bersama provider setelah Idul Fitri 1440 H, untuk mencari solusi sehingga masyarakat tercukupi kebutuhan akses internet.

Setelah kegiatan observasi dan survey di dua kabupaten tersebut, maka Kadis Kominfo Sultra berencana akan melaporkan dan mengkonsultasikan serta meminta petunjuak baik kepada Sekda, Wakil Gubernur maupun Gubernur Sultra. (Adv)

Facebook Comments Box