Sebanyak 50 Potensi SAR Diberikan Pelatihan Pertolongan Pertama

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari melatih puluhan potensi SAR soal teknik pertolongan pertama (First Aid) tahun 2023.
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari melatih puluhan potensi SAR soal teknik pertolongan pertama (First Aid) tahun 2023.

Peserta sebanyak 50 orang terdiri dari TNI-Polri, instansi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.

Pelatihan berlangsung di Aula Wakatobi Bank Indonesia Kota Kendari. Teori dan Praktek dilaksanakan di Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Tenggara (Sultra). Kegiatan digelar selama sepekan, dimulai 19-24 Juni 2023.

Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan dan Pengembangan Provinsi Sultra La Ode Saifuddin mewakili Gubernur yang berhalangan hadir.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan dan Pengembangan Provinsi Sultra La Ode Saifuddin berharap dengan pelatihan potensi ini dapat menghasilkan kekuatan SAR yang terintegrasi secara pasif sehingga pelayanan SAR yang diberikan kepada masyarakat bisa dilaksanakan secara cepat dan optimal

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang pertolongan pertama bagi para potensi SAR di wilayah Sultra..

Selain itu, meningkatkan kemampuan masyarakat yang berpotensi melakukan pencarian dan pertolongan dalam melaksanakan evakuasi, berbagi pengalaman sekaligus menjalin sinergi dan soliditas antara KPP Kendari dengan potensi pencarian dan pertolongan di wilayah Sultra.

Sementara itu, Plt KPP Kendari Rudi menyampaikan bahwa Basarnas menetapkan 4 unsur utama penunjang keberhasilan Operasi SAR yaitu Basarnas sendiri selaku ladang sektor di bidang pencarian dan pertolongan, pemerintah pusat/daerah melalui BNPB/BPBD, TNI-Polri dan Potensi SAR yang mewakili masyarakat.

“Sinergitas antara Basarnas dan Non Basarnas tersebut diharapkan terwujud melalui pelatihan bagi potensi SAR ini, kekompakan dan kebersamaan keempat komponen ini akan terus diupayakan untuk dipupuk dengan harapan mampu meminimalisasi jatuhnya korban jiwa pada setiap kecelakaan, bencana atau kondisi membahayakan manusia,” terang Rudi dalam sambutannya.

Diketahui, materi yang yang yang diajarkan yaitu:
– Pengantar pertolongan pertama
– Penilaian korban
– Pemindahan korban
– BHD & RJP
– Resusitasi jantung paru
– Perdarahan dan syok
– Cedera jaringan lunak dan organ dalam
– Patah tulang
– Cedera kepala, dada dan tulang belakang
– Luka bakar dan kedaruratan lingkungan
– Terapi oksigen
– Triage (Ld)

Facebook Comments Box