
Kendari, Datasultra.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan dan Pemanfaatan TIK Lingkup Pemprov serta kabupaten kota se Sultra di Hotel Zahra Syariah Kendari, Kamis 22 Juni 2023.
Rakor yang diikuti secara virtual Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Dr. Suhono Harso Supangkat itu dibuka langsung oleh Staf Ahli Gubernur Sultra Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Laode Saifuddin.
Turut hadir, Karo Pemerintahan, Kadis Kominfo Sultra, Kabid TIK, Kabid Data Center Diskominfo, Perwakilan OPD Lingkup Pemprov Sultra, Kadis Kominfo Kabupaten Buton Selatan, Kadis Kominfo Kolaka Utara dan perwakilan 17 kabupaten kota se Sultra.
Ketua Panitia, Sultan melaporkan, Rakor ini bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan public yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel sehingga kedepannya dapat terselenggaranya efisiensi anggaran dan efisiensi pelayanan pada masyarakat.
Sementara itu Staf Ahli Gubernur Sultra Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Laode Saifuddin dalam sambutannya menuturkan, informasi merupakan hal yang sangat penting untuk saat ini. Pemerintah tentunya memiliki data yang sangat beragam dengan jumlah yang sangat banyak dan untuk dapat mengambil keputusan.
Dalam hal ini, pemerintah selaku pembuat kebijakan memerlukan cara yang efektif untuk mengolah data tersebut menjadi informasi yang berguna sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan.
Kata dia, berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Peraturan Presiden RI Nomor 39 Tahun 2019 tentang satu data Indonesia, sebagai langkah dan upaya mendukung terwujudnya data berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka mendukung pembangunan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan, sehingga berimplikasi terhadap rumusan kebijakan pemerintah yang lebih berkualitas.
“Oleh karena itu, prinsip big data yaitu mengelola data yang sangat banyak dan beragam, serta mengolahnya menjadi informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang sangat singkat,” ujarnya.
Pemateri pertama, Kadis Kominfo Sultra Ridwan Badallah memaparkan terkait ekosistem digital Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terdapat dua pilar utama ekosistem digital Pemprov Sultra.
Pertama, lanjut dia, SPBE meliputi sistem informasi pemerintahan daerah, simphoni pengelolaan informasi ASN, system penandatanganan secara elektronik, portal resmi pemerintahan, system pengelolaan informasi masyarakat, SP4N Lapor dan PPID, klinik hoaks dan analisis media, system pelayanan informasi disibilitas, meeting dan teatricalroom, command center; dan Kedua, Portal resmi satu data Sultra.
“Serta kunci sukses ekosistem digital yaitu Infrastruktur yang handal, sistem informasi data yang terintegrasi, keamanan informasi, tata kelola yang baik dalam mengendalikan resiko, dan SDM yang unggul dan kompeten,” jelasnya.
Sementara pemateri kedua yakni Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Dr. Suhono Harso Supangkat membawakan materi dukungan teknologi informasi dan komunikasi untuk Smart Province Sultra.
Meliputi kebutuhan tata kelola dan organisasi yang jelas, dukungan TIK untuk pengembangan Sultra, layanan pemerintah kedepan (digital government), dan Sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang menyelenggarakan pemerintahan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi berdasarkan Perpres nomor 95 tahun 2018 tentang SPBE. (Adv)





