Simak!!! Ini Lima Jenis Penyakit Jantung

sumber foto : Ilustrasi Liputan6.com.
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com – Jantung merupakan organ utama dari sistem peredaran darah didalam tubuh setiap manusia. Organ ini sangat berguna untuk memompa darah keseluruh tubuh.

Namun, penyakit seperti ini termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia loh. Nah mimin bakal memberi informasi seputar gejala, faktor penyebab dan cara mengobatinya.

Mengutip dari Halodoc, ada lima jenis penyakit jantung yaitu, penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, infeksi jantung, gagal jantung, dan Aritmia.

1. Penyakit jantung koroner, merupakan suatu penyakit jantung yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah di jantung.

2. Penyakit jantung bawaan, merupakan suatu masalah jantung yang ditemukan sejak bayi, yang paling umum ditemukan adalah kebocoran katup jantung.

3. Infeksi jantung (endokarditis), merupakan suatu infeksi pada lapisan dalam jantung.

4. Gagal jantung, merupakan suatu kegagalan otot jantung untuk memompakan darah secara memadai ke seluruh tubuh.

5. Aritmia, merupakan suatu gangguan irama jantung yang menyebabkan denyut jantung tidak normal.

PENYEBAB PENYAKIT JANTUNG

1. Penyakit jantung koroner, disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah di jantung.

2. Penyakit jantung bawaan, hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti penyebabnya. Beberapa faktor risikonya, antara lain ibu terinfeksi rubella saat hamil, ibu mengonsumsi obat tertentu saat hamil, atau adanya kelainan gen.

3. Infeksi jantung (endokarditis), umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri. Bakteri yang paling umum ditemui sebagai penyebabnya adalah infeksi bakteri Streptococcus beta hemolyticus grup A.

4. Gagal jantung, umumnya disebabkan oleh penyakit jantung koroner, infeksi, atau adanya kelainan katup jantung.

5. Aritmia, umumnya disebabkan oleh kelainan bawaan, adanya otot jantung yang mati karena penyakit jantung koroner, konsumsi alkohol atau kafein yang berlebihan, stres, atau efek samping obat tertentu.

FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG

Beberapa faktor risiko penyakit jantung antara lain gaya hidup tidak sehat, seperti makan makanan tinggi karbohidrat atau lemak, obesitas, jarang melakukan aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok. Riwayat keluarga juga memainkan peran besar akan risiko penyakit jantung.

GEJALA PENYAKIT JANTUNG

1. Penyakit jantung koroner, gejala utamanya adalah nyeri dada, yang dapat disertai dengan sesak napas, nyeri yang menjalar ke lengan kiri, atau ke rahang.

2. Penyakit jantung bawaan, gejalanya dapat berupa sesak dan terlihat membiru saat menangis atau menyusu, bengkak di sekitar mata dan di tungkai, serta berat badan tidak bertambah.

3. Infeksi jantung (endokarditis), gejalanya berupa demam, denyut jantung tidak teratur, sesak napas, bengkak di perut atau tungkai, serta batuk-batuk.

4. Gagal jantung, gejalanya berupa sesak napas yang makin berat saat beraktivitas, sesak napas yang makin berat saat berbaring, tungkai bengkak, dan perut membesar.

5. Aritmia, gejala yang dapat timbul berupa jantung berdebar-debar, rasa tidak nyaman di dada, sesak napas, sensasi melayang, bahkan hingga pingsan.

PENGOBATAN PENYAKIT JANTUNG

1. Penyakit jantung koroner, pengobatan bertujuan untuk mencegah terjadi sumbatan lebih berat di pembuluh darah jantung, dengan memberikan pengidap obat pengencer darah (seperti aspirin atau clopidogrel) dan nitrat. Jika sumbatan sudah sangat berat, dokter akan membuka sumbatan di pembuluh darah melalui tindakan percutaneous coronary intervention (PCI).

2. Penyakit jantung bawaan, pengobatan dilakukan dengan tindakan pembedahan untuk menutup kebocoran pada katup atau sekat jantung.

3. Penyakit infeksi jantung, pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik yang sesuai dengan jenis kuman yang menginfeksi, antiradang, serta pengencer darah.

4.Penyakit gagal jantung, pengobatan bertujuan untuk mengurangi cairan di dalam tubuh, sehingga menurunkan kerja jantung. Dokter akan memberikan obat untuk meningkatkan kekuatan jantung dalam memompa darah.

5. Penyakit jantung aritmia, pengobatan bertujuan untuk mengendalikan irama jantung, dengan memberikan obat-obatan yang mempengaruhi irama jantung, seperti beta blocker, diltiazem, dan verapamil. Jika tidak ada perbaikan, dokter akan melakukan tindakan ablasi jantung untuk mengontrol aliran listrik yang tidak sesuai di jantung. (Rk)

Facebook Comments Box