
Kendari, Datasultra.com – Pembangunan patung Oputa Yi Koo pahlawan Nasional Indonesia asal Buton yang berlokasi di bundaran Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Kecamatan Kambu, Kota Kendari dilanjutkan.
Sebelumnya, pembangunan patung pahlawan tersebut sempat menjadi polemik dibeberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kendari. Pasalnya, patung pahlawan nasional asal Buton itu dibangun di tengah Kota Kendari.
Kepala Badan Kesbangpol Sultra, Harmin Ramba menuturkan, polemik itu terjadi karena miskomunikasi atau salah persepsi.
“Alhamdulillah saya sudah melakukan pertemuan beberapa Ormas yang menolak pembangunan patung Oputa Yi Koo,” tuturnya.
Kata dia, patung pahlawan itu dinobatkan sebagai patung pahlawan Buton yang sudah dibuktikan dengan keputusan Presiden RI.
“Selama ini hanya masalah miskomunikasi saja, seakan-akan patung ini adalah patungnya orang Buton padahal bukan, patung Oputa Yi Koo adalah patung pahlawan nasional yang dibuktikan dengan keputusan Presiden,” ujarnya.
Harmin menegaskan, saat ini tidak ada lagi kendala dengan Ormas, sebab beberapa kali telah dilakukan rapat bersama, baik dari pihak Dinas Cipta Karya dan Ormas yang bersangkutan. Sehingga pembangunan patung pahlawan tersebut tetap dilanjutkan.
“Dari enam Ormas yang menolak, sudah saya lakukan pertemuan dan Alhamdulillah mereka menerima,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya Sultra, Martin Efendi Patulak menjelaskan, pihaknya berharap agar pembangunan patung pahlawan itu bisa diselesaikan hingga masa anggaran.
Martin mengaku, pihaknya bersama Kesbangpol Sultra sudah memberikan pemahaman kepada Ormas dengan menjelaskan secara teknis terkait hal yang harus dikerjakan.
“Masih ada masalah, tapi kami dengan Kesbangpol sudah mencoba mendekati mereka. Jenis patung itu tergantung dari lokasi dan tempatnya. Kalau di bundaran ini ukurannya memang segitu hanya 6 meter saja. Di Baubau memang di atas laut dan dibuat untuk area rekreasi, pasti dibuat lebih besar, kalau yang di sini tidak bisa dijadikan area wisata hanya menjadi simbol saja,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pembangunan patung pahlawan nasional yang juga merupakan Sultan Buton ke 20 dan 23 yang dibangun di Kota Kendari ini hanya setinggi 6 meter. Patung tersebut bakal menjadi ikon daya tarik pengunjung saat melintas di perempatan bundaran Kantor Gubernur Sultra.(Rk)





