
Kendari, Datasultra.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) telah menyiapkan langkah-langkah dalam menghadapi fenomena El Nino.
Kepala Disketapang Sultra Ari Siswanto menuturkan, menghadapi El Nino tersebut pihaknya berkoordinasi dengan instansi teknis seperti Dinas Perkebunan dan Hortikultura untuk memanfaatkan sumber air yang tersedia di Sultra.
“Misalnya bendungan, waduk hingga embung yang dibangun, dalam menghadapi el nino juga bisa memanfaatkan sumur bor dan juga sungai yang tersedia itu semua dimaksimalkan, sehingga produksi pangan kita tetap terjaga,” tuturnya, Selasa 29 Agustus 2023.
Kata dia, hingga saat ini belum ada daerah yang rawan kekeringan, bahkan di Sultra juga masih ada hujan. Selain itu, bendungan masih berfungsi dengn baik, dan sawah irigasi cukup besar sekitar 80 ribu hektare yang tersebar di Konawe, Koltim, Kolaka, Bombana dan beberapa daerah lainnya.
“Dalam menghadapi El Nino ini, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan,” ujarnya.
Selain itu, kondisi pangan di Sultra saat ini mengalami surplus atau masih aman terjaga hingga 4 bulan kedepan, dan pada September 2023 mendatang akan ada musim panen.
“Stok beras di Sultra ini berada diangka 90 ribu ton, Pemerintah Sultra juga masih ada cadangan pangan provinsi sekitar 195 ton yang akan dikeluarkan apabila terjadi kondisi darurat,” bebernya.
Sedangkan pangan lainnya juga seperti jagung, masih tersedia hingga 3 bulan kedepan, kedelai, bawang merah yang sudah diantisipasi dengan kerjasama daerah hingga ketersediaan daging sapi. (Rk)





