
Kendari, Datasultra.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi di Kota Kendari.
Kegiatan GPM ini dilaksanakan selama empat hari tepatnya 5-8 Oktober 2023, bertempat di Halaman Kantor PTSP Provinsi Sultra dan Lapangan Benu-Benua Kota Kendari.
Harga bahan pangan yang dijual dalam GPM tersebut meliputi beras SPHP 5 kg Rp 53 ribu, minyak kita 1L Rp 14 ribu, minyak bimoli 2L Rp 40 ribu, minyak kita 200ml Rp 30 ribu minyak kita 5 liter Rp 83 ribu gula pasir 1 kg Rp 14 ribu telur ayam ras Rp 53 ribu bawang putih 1 kg Rp 35 ribu bawang merah 1 kg Rp 25 ribu, cabai rawit 1 kg Rp 34 ribu cabai merah keriting Rp 34 ribu per kilo dan ayam potong Rp 35 ribu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra, Ari Sismanto menuturkan, tujuan dari GPM ini adalah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok ditingkat produsen dan konsumen serta memberikan kemudahan aksesbilitas pangan bagi masyarakat dan menstabilkan harga yang selalu bergejolak di pasar.
“Ini bentuk keseimbangan antara ketersediaan yang ada dengan stabilisasi harga yang ada di pasar, dengan dilakukan pangan murah ini harga di pasar mudah-mudahan bisa stabil, maka ekonomi makro bisa berjalan dengan baik yang pada akhirnya pengendalian inflasi bisa kita tekan dengan baik,” tuturnya.
Kata dia, inflasi di Sultra berada di angka 3,46 persen atau rendah di bandingkan bulan lalu 3,52 persen, namun masih berada diatas Nasional 2,28 persen. Salah satu komoditas yang menyumbang inflasi adalah komoditas beras, sehingga penyumbang inflasi sekitar 0,30 persen.
Fenomena harga beras yang terus berkembang satu bulan terakhir ini, berkembang hampir di seluruh wilayah di Indonesia, dari rapat inflasi kemarin ada 297 kabupaten kota di Indonesia yang mengalami kenaikan beras.
“Pesan bapak Gubernur kepada seluruh masyarakat, mari kita bersama-sama memanfaatkan lahan yang belum termanfaatkan untuk kita tanami tanaman yang bernilai ekonomis seperti sayur mayur, bawang merah bisa ditanam di pekarangan rumah kita,” ujarnya.
Secara ketersediaan stok pangan di Sulawesi Tenggara (Sultra) baik itu pangan pokok maupun pangan strategis dalam kondisi aman dan terjaga.
“Berdasarkan arahan bapak Presiden, memerintahkan Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia melakukan gerakan pangan murah ini setiap minggu dan itu terus menerus sampai pada Desember 2023, kami terus akan melakukan hal itu,” lanjutnya.
Komoditas yang disediakan di Gerakan Pangan Murah ini beragam antara lain, beras SPHP, telur, minyak goreng, cabai rawit, cabai keriting, cabai besar, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, gula pasir, daging ayam,tomat, aneka sayuran, aneka buah buahan, produk olahan dan makanan olahan yang merupakan produk lokal serta produk-produk UMKM lainnya. Komoditas yang tersedia dijual dengan harga dibawah pasar. (As)





