
Wakatobi, Datasultra.com- Leni merupakan siswi berusia 15 tahun yang bersekolah di SMAN 1 Wangi-Wangi. Tiap ke sekolah, Leni harus menempuh jarak 14 kilo meter pulang pergi dari rumahnya ke sekolah. Jarak yang sangat jauh di tempuh leni dari rumah ke sekolah dengan berjalan kaki.
Leni merupakan anak yatim piatu yang tinggal di sebuah rumah sederhana di Dusun Langgaha Baru Desa Wungka Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Sultra. Dia tinggal bersama dua adiknya Juma yang berusia 12 tahun dan Dewi 7 tahun. Leni dan kedua adiknya dirawat oleh nenek mereka.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggra (Sultra), Yusmin yang mendapat laporan tentang Leni, langsung berangkat dari Kendari menuju Wakatobi, Jumat 20 Oktober 2023.
Dia berangkat bersama rombongan dinasnya dan Darma Wanita Persatuan (DWP) Dikbud Sultra untuk langsung menemui Leni. Selepas salat Jumat, Yusmin langsung menuju SMAN 1 Wangi-Wangi dan menemui Leni di sekolahnya.
Yusmin bersama rombongan guru-guru juga mengajak Leni untuk mengunjungi rumahnya di Dusun Langgaha Baru, Desa Wungka, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Di rumah yang sederhana itu, Yusmin bertemu dengan kedua adik Leni.
Kadis Dikbud Sultra Yusmin menuturkan, berdasarkan perintah dari Pj Gubernur Sultra Komjen Pol (P) Andap Budhi Revianto, pihaknya langsung mengambil langkah cepat mengunjungi Leni di Wakatobi untuk segera mencarikan solusi atas keadaannya.
Hal ini juga dia lakukan dalam rangka menindaklanjuti program Pj Gubenur Sultra di sektor pendidikan untuk memastikan setiap anak di Bumi Anoa mendapat haknya dalam menempuh pendidikan yang layak.
“Tadi saya sudah menemui Leni di sekolah, terus kita ke rumahnya juga. Saya juga sudah rapat sama kepala sekolahnya dan guru-guru bahwa keadaan ini sudah kita lihat secara nyata, dan ini tanggung jawab kita bersama, saya ingin memastikan bahwa anak kita ini punya kesempatan yang sama. Ini menjadi perhatian serius kami, dan kami pastikan hak-haknya untuk bersekolah terpenuhi dengan baik,” tuturnya.
Karena melihat jarak rumah dengan sekolah yang jauh, Yusmin sudah menawarkan solusi agar Leni tinggal bersama guru yang dekat dengan sekolah. Namun hal itu ditolak Leni dan tidak memungkinkan karena dia masih mengurus dua adik dan neneknya di rumah.
Yusmin juga memastikan, selama Leni sekolah di SMAN 1 Wangi-wangi dia akan mendapat beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).
“Sudah dipastikan dia bisa menerima PIP. Sudah ada namanya, saya pastikan langsung, saya pastikan juga dia dapat,” ujarnya.
Yusmin sudah memerintahkan kepala sekolahnya untuk dibuatkan rekening khusus tabungan untuk Leni.
“Kepala sekolahnya tadi sudah saya sampaikan, kita buatkan tabungan khusus untuk Leni, dan kita akan galang semua untuk bagaimana dia bisa bersekolah, bukan hanya sampai di tingkat SMA, tapi juga bisa sampai ke perguruan tinggi ke depan,” ungkapnya.
Yusmin juga sudah menyampaikan kepada seluruh kepala sekolah dan guru di Bumi Anoa agar cepat tanggap respon untuk masalah-masalah anak kebutuhan khusus seperti Leni.
“Saya juga berterimakasih kepada teman saya, Pak Salehanan, sebagai tokoh masyarakat di sini yang cepat menyampaikan hal ini kepada saya dan juga kepala sekolah terkait Leni. Dan Alhamdulilah hari ini Dharma Wanita Dikbud turun tangan langsung memberi bantuan untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan jangka pendeknya,” pungkasnya. (B1)





