
Baubau, Datasultra.com- Dr Muh Rasman Manafi terus menggaungkan tagline Bekerja Bersama selama menjadi Pj Wali Kota Baubau ini.
Dengan bekerja bersama, Rasman menilai segala apa yang diharapkan akan mudah tercapai. Termasuk dalam pengendalian inflasi di Kota Baubau.
Terkait pengendalian inflasi, Rasman mengaku sudah tiga kali memimpin langsung rapat dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Baubau untuk membahas langkah-langkah strategis yang harus secepatnya dilakukan.
“Inflasi saya utamakan, karena ini menyebabkan kemana-mana, mulai dari harga naik termasuk daya beli masyarakat mengganggu stabilitas kita, apalagi ini menjadi perhatian Presiden dan Gubernur,” tutur Rasman kepada wartawan, Sabtu 28 Oktober 2023.
Salah satu komoditas penyebab inflasi di Kota Baubau adalah cabai. Menurut Rasman, masalahnya mulai dari produksi yang sedikit karena musim kemarau dan fenomena El-Nino.
Selain itu, wilayah sekitar Baubau seperti Kabupaten Muna yang selama ini intensif mensuplay cabai ke Kota Baubau juga sedikit produksinya, termasuk Kendari juga seperti itu dan penyebab utamanya karena kemarau.
“Sehingga kita harus impor dari Makassar, tapi kita harus punya alternatif lain selain Makassar. Kalau nanti Makassar tidak mampu, karena yang butuh cabai bukan hanya Baubau,” ujarnya.
Berdasarkan data BPS, ada dua provinsi yang cukup bagus untuk menjadi suplayer cabai Kota Baubau yakni Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Barat (Jabar).
“Saya sudah rekomendasikan ke instansi terkait untuk segera melakukan komunikasi dengan dua provinsi tersebut supaya ada tindakan kalau misalnya kurang dari Makassar, kita bisa ambil dari sana,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, Pemkot Baubau harus segera langsung mencanangkan untuk membangun ketahanan pangan daerah sendiri.
“Cabai itu kan bisa kita tanam, 3-4 bulan sudah panen. Kalau kita tanam sekarang, berarti Februari 2024 kita sudah bisa panen. Jangan sampai, Februari 2024, masih begini (inflasi) juga kita,” tukasnya.
Selain itu, tambah Rasman, penyebab inflasi seperti cabai, ikan adalah komoditas yang cepat rusak. Olehnya itu, Pemkot Baubau harus punya strategi untuk menyiapkan media penyimpanan.
“Jadi saya minta BPKAD dan Bappeda untuk telaah, apakah media penyimpanan itu perlu kita lakukan pengadaan lewat biaya tak terduga,” tandasnya. (B1)





