
Kendari, Datasultra.com- Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Ridwan Badallah membuka kegiatan workshop edukasi dan literasi keamanan informasi yang diikuti oleh Kominfo kabupaten/kota se Sultra di Hotel Horison Kendari, Kamis 9 November 2023.
Ketua panitia Idultryawan menuturkan, berdasarkan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Permen Kominfo 11 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik, Peraturan Badan Siber dan Sandi Segara nomor 10 tahun 2019 tentang persandian untuk pengamanan informasi di Pemda dan Pergub 47 tahun 2019 tentang penyelenggaraan persandian untuk pengamanan informasi.
“Tujuan workshop edukasi dan literasi keamanan informasi ini untuk mewujudkan sistem tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel sehingga kedepannya dapat diefisienkan anggaran serta pelayanan pada masyarakat secara efektif dan efisien,” tuturnya.
Sementara itu, Kadis Kominfo Sultra Ridwan Badallah mengatakan, workshop ini bisa menjadi bahan referensi ketika pulang dari kegiatan ini yang nantinya akan mengimplementasi di masing-masing Dinas Kominfo se Sultra dan disampaikan kepada Sekda, Wali Kota, Bupati dan dinas sehingga betapa penting dalam perwujudan keamanan Siber dan Sandi Negera.
Untuk letak geografis, ada 38 provinsi dari Sabang sampai Merauke dengan jumlah penduduk Indonesia terbesar ke 4 atau 5 yaitu 260 juta penduduk Indonesia dengan perilaku digital sebesar 95 persen yang baru menggunakan digital, bahkan berdasarkan riset mengunakan handphone lebih dari satu, artinya ini riset, memang benar jika mereka menggunakan HP dari satu akan ada dua HP, WhatsApp , Facebook, IG lebih dari satu dan lain sebagainya.
“Hari ini kita sering temukan betapa canggihnya penipuan yang dilakukan, misalnya mereka mengundang kita pake aplikasi APK dan sekarang ada lagi PDF jadi jangan dibuka nanti di hack, ini termasuk kecanggihan bahwa kebutuhan keamanan siber itu sangat penting,” ujarnya.
Tahun lalu, lanjut dia, Website Sultraprov.go.id melalui Dinas Kominfo Sultra pernah di hacker Bjorka, sampai dengan Mabes Polri datang di Kendari selama seminggu. Tentunya, karena Sultra sudah masuk anggota CSIRT di dalam Badan Siber yang dibentuk oleh BSSN dan bekerja sama.
“Siber ini sangat penting, kadang kita merasa tidak penting, kita sudah digital, kalau tidak menggunakan keamanan siber bisa dibayangkan, ketika beberapa detik masuk dan menghapus data, apa yang harus dilakukan 20 tahun yang lalu menyiapkan data satu kali saja hilang datanya tentunya harus mengulanginya tetapi itu tidak bisa. Mari kita berkumpul mengamankan siber kita melalui keamanan siber,” ujarnya. (As)





