
Kendari, Datasultra.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah memeriksa tujuh orang saksi pasca penembakan nelayan di Perairan Cempedak, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) beberapa hari lalu.
Tujuh saksi diperiksa yang ada di lokasi kejadian, baik itu nelayan maupun anggota Ditpolairud Polda Sultra yang bertugas.
Hal ini diungkapkan Direktur Polairud Polda Sultra, Kombes Pol Faisal F Napitupulu saat menggelar konferensi pers di Polda Sultra, Senin, 27 November 2023.
“Terkait sikap yang akan diambil, kami tidak hanya mengambil keterangan dari anggota di lapangan namun juga kepada nelayan yang menjadi korban dugaan penembakan,” ucap Faisal dihadapan awak media.
Sementara itu, Kabid Propam Polda Sultra, Mochammad Sholeh bilang, pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap para saksi-saksi terkait penembakan.
“Kami sudah mengambil keterangan saksi 9 orang. Empat dari anggota Ditpolairud, tiga masyarakat dan 2 dari pelaku,” ucap Mochammad Sholeh.
Menurutnya, kemungkinan saksi akan bertambah untuk menguatkan fungsi Bidpropam dalam penegakkan hukum terhadap personel yang melakukan pelanggaran baik disiplin maupun kode etik.
“Kita akan mengecek semua secara detail. Dari hal terkecil akan periksa. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” ungkapnya.
Perwira tiga bunga’ dipundak ini menegaskan, pihaknya berkomitmen menyelesaikan kasus ini secara terbuka, profesional, dan cepat.
Diketahui, empat nelayan bernama Maco (39), Putra (17), Ilham alias Alung (17), dan Juswa alias Ucok diduga ditembak aparat Ditpolairud Polda Sultra, di Perairan Cempedak, Jumat, 24 November 2023 sekira pukul 02.00 Wita.
Maco meninggal dunia diduga akibat luka tembak di dada sebelah kanan tembus ke belakang dan luka di pergelangan tangan dan lutut sebelah kanan.
Sementara, tiga korban lainnya menjalani perawatan medis. Putra
dan Juswa dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Sementara Ilham dirawat di Puskesmas Langara.
Putra sempat dirawat intensif di RS Bhayangkara namun pria berusia 17 tahun itu meninggal dunia, Minggu, 26 November 2023 sekira pukul 17.00 Wita.Putra menderita luka tembak di pinggul sebelah kiri.
Menurut polisi, keempat nelayan tersebut melakukan perlawanan saat aparat Polairud Polda Sultra hendak memeriksa perahu diduga membawa bahan peledak untuk bom ikan. (Ld)





