Pemkot Baubau Kembali Bebaskan Empat Bidang Lahan untuk Runway 22 Bandara Betoambari

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Baubau, Sitti Amalia Abibu.
Listen to this article

Baubau, Datasultra.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan kembali membebaskan empat bidang lahan di Runway 22 untuk pengembangan Bandara Betoambari.

Pengadaan tanah tersebut merupakan permintaan langsung dari pihak Bandara Betoambari berdasarkan kebutuhan prioritas mereka melalui surat Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Betoambari Baubau tertanggal 27 September 2023.

Dalam suratnya, Bandara Betoambari berharap pembebasan lahan pengembangan Bandara Betoambari tahun 2023 dapat di prioritaskan pada Runway 22 sesuai dengan kemampuan anggaran yang diperuntukan bagi pembebasan lahan dari Pemkot Baubau.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Baubau, Sitti Amalia Abibu menuturkan, pada tahun 2023 ini pihaknya kembali menuntaskan pengadaan tanah Bandara sebanyak empat bidang lahan di Runway 22.

“Itu sudah selesai kami proses termasuk pembayaran kepada para pemilik lahan yang anggarannya berasal dari APBD Perubahan 2023 Kota Baubau sebesar Rp 2,4 miliar lebih,” tuturnya, Senin 4 Desember 2023.

Kata dia, pengadaan tanah Bandara ini merupakan permintaan langsung dari pihak Bandara Betoambari berdasarkan kebutuhan prioritas mereka.

“Baru bisa kita selesaikan empat bidang lahan di Runway 22 setelah hasil penilaian KJPP. Pengadaan tanah Bandara ini memang membutuhkan anggaran besar karena hasil penilaian KJPP itu tanah di Bandara sangat tinggi harganya,” ujarnya.

Untuk tahun depan, tambah dia, Pemkot Baubau melalui Pj Wali Kota sudah membawa proposal usulan untuk mendapat hibah dari Pemprov Sultra terkait pengembangan Bandara Betoambari tersebut.

Pasalnya dari data kebutuhan tanah pembangunan Bandara Betoambari, luas lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan lapangan terbang Bandara Betoambari 3000 meter x 45 meter seluas 81,17 hektar.

Meliputi, Runway 22 seluas 9,48 hektar, Apron seluas 40,53 hektar, dan Runway 04 seluas 31,15 hektar. Pada umumnya, tanah yang berada di wilayah kawasan rencana pengembangan Bandara tersebut sebagian besar merupakan tanah milik masyarakat yang digunakan untuk berkebun, rumah mukim, dan lokasi wisata.

“Kira-kira baru 30 persen yang kita bebaskan lahannya dari total 81,17 hektar tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor UPBU Betoambari Baubau Anas La Bakara mengungkapkan, Bandara Betoambari ini prospeknya sangat bagus dan pengembangannya harus terus digenjot lebih cepat lebih baik.

“Kami sangat mendukung langkah Pemkot Baubau dalam pengembangan Bandara ini. Harapan kami lebih bagus lahannya dibebaskan secara ultimate, karena jika lahan sudah siap, Kemenhub juga sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan fisiknya,” ungkapnya. (B1)

Facebook Comments Box