
Kendari, Datasultra.com- Pj Gubernur Sultra diwakili Sekda Asrun Lio melaunching Buku Sejarah dan Budaya Buton yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Sultra di Hotel Kubah 9 Kendari, Rabu 27 Desember 2023.
Kepala Brida Sultra, Isma menuturkan, hari ini menyaksikan launching buku sejarah budaya Buton, dalam kegiatan launching tentunya bukan waktu yang singkat dalam penyusunan buku sejarah Buton ini, sehingga memakan waktu dua tahun anggaran.
“Tahun 2022 berfokus pada diaspora Buton, artinya orang-orang Buton yang ada di luar daerah di beberapa provinsi yang dilaksanakan dan didatangi, dilanjutkan tahun 2023. Dalam kegiatan penyusunan buku ini kelihatannya agak terlambat karena launching-nya di bulan Desember,” tuturnya.
Sementara itu Pj Gubernur Sultra dalam sambutannya yang diwakili Sekda, Asrun Lio menyampaikan beberapa hal terkait launching buku sejarah dan budaya Buton tahun 2023.
Mulai dari, tidak boleh melupakan sejarah, dalam suatu riset biasanya menjadi laporan riset dan kemudian menjadi buku ada juga hasil tesis, disertasi dan diolah menjadi suatu buku sama halnya dengan launching buku sejarah dan budaya Buton.
“Ini merupakan salah satu riset dan kemudian dikemas menjadi satu, buku yang diberi judul oleh peneliti sebagai buku sejarah budaya Buton didalam buku ini banyak menulis hasil-hasil riset yang mendalam tentang sejarah dan juga budaya Buton,” katanya.
Di tempat lain juga, dilihat dari hasil peneliti bisa menjadi satu judul yang tersendiri, contoh digodok oleh Perpustakaan terkait Dispora Buton itu adalah hasil dari tindak lanjut dari riset yang dilakukan oleh Brida.
“Jadi, apa yang dilakukan Brida Sultra merupakan langkah yang baik, tentu para peneliti atau melakukan sesuai dengan prosedur-prosedur, dari setiap hasil yang digunakan oleh anggaran negara, apakah itu APBN atau APBD itu pasti akan diperiksa,” lanjutnya.
Kata dia, penulisan buku ini merupakan salah satu upaya dalam memperkenalkan dan mendukung pelestarian budaya Buton, tentu juga ada budaya-budaya lain merupakan objek kajian yang bisa di lestarikan dan dikaji melalui pengkajian yang ada di Brida.
“Saya mengapresiasi Brida Sultra, yang telah melaksanakan kegiatan penulisan buku sejarah dan budaya Buton pada tahun 2023, memang ini awalnya hanya berdasarkan kegiatan bapak Gubernur pada masanya, beliau menulis beberapa orang yang dianggap sebenarnya orang ini sebagai narasumber di Brida tidak bisa dikatakan peneliti, ada juga narasumber itu orang yang memberikan sumber informasi terhadap apa yang kita butuhkan,” tandasnya. (As)





