
Kendari, Datasultra.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memiliki sejumlah aksi strategis guna mengantisipasi ancaman banjir yang kerap melanda. Tibanya musim hujan di Kota Kendari harus diantisipasi oleh seluruh masyarakat.
Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup memantau langsung sejumlah lokasi yang rawan dan pemicu banjir ketika musim hujan datang. Pihaknya telah siaga dan waspada ketika musim penghujan datang.
Hal tersebut dibuktikan dengan diterjunkannya OPD Lingkup Pemkot Kendari, Camat dan Lurah serta dibantu oleh Forkopimda dan masyarakat.
“Alhamdulillah, kita melihat sendiri betapa antusiasmenya masyarakat terutama pemerintah melakukan pembersihan terhadap lingkungannya, ini demi mencegah kita terkena bencana banjir,” tutur Yusup di lokasi pem pembersihan, Jumat 12 Januari 2024.
Dalam tinjauan tersebut, terdapat beberapa saluran air yang mampet akibat tertutup oleh tanah maupun sedimen dan menyebabkan air merembes keluar dan menggenangi rumah warga ketika musim penghujan.
Mengatasi hal itu, Pj Wali Kota Kendari melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari mengerahkan alat berat untuk mengeruk drainase yang tertimbun sedimen.
Kepala BPBD Provinsi Sultra ini berkomitmen, Pemkot Kendari bakal terus mengenjot aksi bersih-bersih kota ini dan mulai terlihat beberapa perubahan pada lokasi yang menjadi genangan air.
“Sangat besar sekali perubahannya lingkungan kita menjadi bersih, selokan-selokan yang tadinya mampet perlahan-lahan sudah mulai dibenahi dan yang saya sangat menghargai begitu antusiasme masyarakat terlibat di dalamnya. Inilah yang kita harap untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Setelah itu, orang nomor satu di Kota Kendari ini didampingi Kepala OPD terkait mengunjungi Pasar Sentral Kota dan pelelangan ikan yang berlokasi di Kecamatan Kendari Barat untuk memantau harga.
Berdasarkan pantauan harga di pasar masih relatif stabil, tambah Yusup, tetapi terdapat beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan namun kenaikannya masih relatif normal. Pemkot Kendari juga bakal melakukan intervensi jika kenaikan harga pangan di pasar-pasar melambung.
“Kenaikan itu bisa dipengaruhi oleh faktor musim, seperti misalnya tomat, ketika dia musim hujan dia tidak tumbuh. Kebalikan dari cabe harganya sekarang malah menurun. Naiknya tidak terlalu signifikan sehingga masih terjangkau,” tandasnya. (As)





