
Kendari, Datasultra.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sultra, melaksanakan literasi keuangan inklusi sebagai bagian dari program Transformasi berbasis inklusi sosial (TPBIS) di Kota Kendari.
Literasi keuangan ini menargetkan 11 kecamatan di Kota Kendari seperti UMKM, bunda literasi kecamatan, aparat kecamatan dan kelurahan, PKK dan pengurus perpustakaan kelurahan.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari Jarnalis menuturkan, literasi keuangan merupakan sesuatu yang dibutuhkan dalam kehidupan keseharian, karena setiap orang tentu tidak akan pernah lepas dari anggaran dan keuangan baik di skala keluarga, masyarakat dan negara.
“Setiap orang dituntut untuk mampu mengelola skala prioritas dalam pengelolaan keuangannya. Terlebih lagi saat ini, dunia bisnis kebanyakan melibatkan hutang perusahaan yang didapatkan dari layanan jasa keuangan,” tuturnya
Kata dia, literasi keuangan adalah pengetahuan dan juga ketrampilan masyarakat yang mampu memberikan keyakinan terkait lembaga keuangan dan berbagai produk didalamnya dalam parameter ukuran indeks.
“Para ahli ekonomi seperti manurung dan mitchell memandang literasi keuangan sebagai perangkat pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam membuat keputusan dan kebijakan yang efektif dengan memanfaatkan seluruh sumberdaya keuangan yang dimilikinya,” ujarnya.
Pemkot Kendari melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, memandang perlu untuk melaksanakan sosialiasi terkait literasi keuangan dengan bekerjasama Bursa Efek Indonesia untuk mendukung pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam berbagai fungsi ekonomi.
Mengingat, semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran dalam literasi keuangan maka akan semakin meningkat transaksi keuangan yang ada dan tentunya pergerakan roda ekonomi masyarakat akan semakin baik lagi.
Sementara itu, dukungan dan keberpihakan Pemkot Kendari kepada pelaku ekonomi terutama pada UMKM yaitu, dengan memperluas informasi keuangan dan pengelolaannya melalui sosialisasi literasi keuangan.
“Dan diharapkan nantinya masyarakat mampu mengelola keuangannya secara bijak dan meningkatkan pendapatannya agar tidak dihabiskan secara mudah dan konsumtif tapi digunakan untuk investasi yang lebih produktif bagi kelangsungan usaha dan bisnis,” tandasnya. (As)





