
Kendari, Datasultra.com- Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tenggara (Karantina Sultra) secara perdana mengimplementasikan Single Submission Quarantine Custom (SSm QC) dalam fasilitasi ekspor 56 ton biji pinang.
Penerapan SSm QC ekspor komoditas senilai Rp 434 juta ke Iran di Kendari New Port merupakan capaian awal tahun 2024 dalam digitalisasi layanan perkarantinaan.
Turut hadir pada kegiatan ekspor perdana di antaranya Plt Direktur Tindakan Karantina Tumbuhan Andi Yusmanto, Kepala Karantina Sultra Azhar, Kepala KSOP, Komandan Lanal, Kajati Sultra, G.M. Pelindo, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, dan Kepala Bea dan Cukai Kendari.
Saat ini komoditas biji pinang wilayah Sultra menjadi penyangga ekspor wilayah lain.
Daerah penghasilnya tersebar di enam wilayah, yakni Kabupaten Konawe, Kota Kendari, Kota Baubau, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kabupaten Kolaka. Daerah tujuan, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, dan Semarang.
“Meski tidak masuk lima besar daerah wilayah penghasil pinang terbesar Indonesia, tetapi Sultra dapat ekspor ke Iran. Berkat kerja sama pemerintah daerah dan pusat dalam mendukung fasilitasi ekspor ini,” tutur Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, Senin 29 Januari 2024.
Ekspor perdana ini, Andap berharap, sebagai stimulan untuk meningkatkan produktivitas subsektor perkebunan dan lainnya.
Tahun 2021, Andap mengatakan jumlah komoditas ekspor asal Sultra mencapai 13 jenis, sedangkan 2023 menurun. Tahun 2024 ini jumlah jenis komoditas ekspor bisa sama atau lebih dari tahun 2021.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ardi Praptono mengatakan, area perkebunan biji pinang tersebar di seluruh Indonesia. Luas perkebunan mencapai 623 hektar dengan produktivitas sebesar 196 ton.
“Ada lima daerah penghasil terbesar berdasarkan data BPS 2022, yaitu Aceh, NTT, Jambi, Riau, dan Sumatra Barat. Tetapi saya apresiasi Sultra hari ini bisa ekspor perdana biji pinang ke Iran,” ujar Ardi. (Adv)





