Terapkan Sistem Merit ASN, KASN Puji Kinerja Pj Gubernur Sultra

Terapkan Sistem Merit ASN, KASN Puji Kinerja Pj Gubernur Sultra.
Listen to this article

Makassar, Datasultra.com- Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Prof Agus Pramusinto secara terang-terangan memberikan pujian kepada Pj Gubernur, Andap Budhi Revianto karena mampu mendongkrak kategori penilaian terhadap penerapan Sistem Merit di Provinsi Sultra, yang sebelumnya dikategorikan kurang, namun dalam waktu kurang lebih enam bulan meraih kategori baik.

Hal tersebut terungkap dalam audiensi dan asistensi penerapan Sistem Merit di lingkungan instansi pemerintah oleh KASN, yang diikuti sejumlah pejabat baik tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di Aula Rujab Gubernur Sulsel, dengan target wilayah Provinsi Sulbar Sultra, Sulteng, Maluku dan Papua, Jumat 16 Februari 2024.

Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Prof Agus Pramusinto menuturkan, dirinya memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemprov Sultra, sebab saat ini Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) adalah Andap Budhi Revianto mampu membuktikan konsistensinya terhadap penerapan sistem merit. Pada asistensi kali ini, Pemprov Sultra bisa menaikan nilai sistem merit dalam manajemen ASN, dari kategori “kurang” menjadi kategori “baik” dengan skor 250.

“Penilaian Sistem Merit ini dibagi kedalam empat kategori, yaitu Kategori I dengan skor 100-174 dinilai buruk. Kategori II dengan skor 175-249 dinilai kurang, Kategori III dengan skor 250-324 dinilai baik dan Kategori IV skor 325-400 dinilai sangat baik. Jadi untuk Pemprov Sultra, satu langkah lagi mencapai nilai Sangat Baik. Semoga target PPK menjadi sangat baik, dapat tercapai,” tuturnya.

Menurutnya, upaya Pj Gubernur Sultra untuk terus berkinerja memperbaiki Sistem Merit pada lingkup Pemprov Sultra tidaklah terlalu sulit, mengingat Andap juga merupakan Sekjen Kemenkumham RI, dimana telah menjadikan Sistem Merit pada Kemenkumhan RI berada pada kategori Sangat baik.

Dalam kesempatan itu, dia juga berpesan kepada semua pejabat yang hadir, untuk terus memaksimalkan segala upaya, sebab masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam manajemen ASN, agar bisa mencapai baik dan sangat baik. Apalagi, secara umum Indonesia dibandingkan dengan negara yang ada di Asia Tenggara lainnya, masih tertinggal jauh yakni berada pada peringkat 34 dengan nilai 0,4 government effectiveness index pada Tahun 2022.

Sementara itu, atas nama Pj Gubernur Andap Budhi Revianto, Sekda Sultra Asrun Lio memberikan pemaparan terkait bagaimana penerapan Sistem Merit di Sultra, mulai dari permasalahan hingga strategis dan langkah konkret yang ditempuh Pemprov Sultra dibawah petunjuk Pj Gubernur.

“Alhamdulillah, pada asistensi kali ini, Pemprov Sultra dapat menaikan nilai terhadap penerapan Sistem Merit dalam manajemen ASN, yang sebelumnya kategori kurang dengan skor 221 menjadi kategori baik dengan skor 250,” papar Asrun Lio.

Sebelum pemberian nilai tersebut oleh KASN, Sekda Sultra mewakili Pj Gubernur memberikan pemaparan terkait permasalahan dihadapi hingga strategi yang dilakukan oleh Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, yang sejak awal kepemimpinannya di Bumi Anoa, terus berupaya melakukan perbaikan pada Sistem Merit di Pemprov Sultra, melalui delapan aspek yang menjadi penilaian sehingga mampu mengubah kategori kurang menjadi baik dan target Pj Gubernur selanjutnya adalah menjadi Sangat Baik.

Sekda Sultra menerangkan, saat pertama menjabat tepatnya pada awal September 2023, Pj Gubernur langsung mengecek nilai sistem merit Pemprov Sultra yang masih kategori Kurang. Kemudian Pj Gubernur Sultra langsung melakukan berbagai perbaikan dan pembenahan, diantaranya pada perencanaan kebutuhan pegawai, perbaikan pada manajemen kinerja, hingga perbaikan pada sistem informasi.

Perbaikan dan pembenahan terhadap sejumlah item tersebut, juga merupakan aspek-aspek penting yang menjadi indikator dalam penilaian Sistem Merit, sehingga secara tidak langsung, Pemprov Sultra mampu memenuhi sejumlah aspek penilaian, sehingga menghantarkan Sultra bisa mengubah dari kategori kurang menjadi kategori baik.

Jenderal ASN Sultra ini mengungkapkan, peningkatan kategori itu juga dipengaruhi oleh kebijakan Pj Gubernur Sultra, untuk menerapkan pemberian penghargaan kepada pegawai termasuk disiplin pegawai. Pada aspek sistem informasi, penerapan SPBE melalui aplikasi Sisumaker yg diterapkan pada Pemprov Sultra juga menjadi point pengungkit nilai sistem merit Pemprov Sultra.

“Beberapa alasan penting, mengapa kita harus menerapkan Sistem Merit. Pertama, kunci sukses utama organisasi adalah SDM yang kompeten dan berkinerja. Kedua, dinamika perkembangan zaman menuntut agar organisasi dipimpin dan digerakkan oleh orang-orang yang memiliki kualifikasi, yang sesuai dengan kebutuhan. Ketiga, tanpa adanya jaminan keadilan, kelayakan, dan kesempatan yang sama di antara semua ASN, organisasi akan ditinggalkan orang-orang yang handal. Dan keempat, mustahil mencapai tujuan organisasi, tanpa adanya dukungan talenta yang mumpuni dengan penempatan the right man in the right place,” ujarnya.

Untuk itu, empat alasan penting itulah yang kemudian, KASN mendesain agar dituangkan ke dalam delapan aspek penilaian Sistem Merit dalam manajemen ASN, yang kemudian menjadi rujukan bagi pemerintahan termasuk Sultra dalam melakukan pembenahan, seperti yang dilakukan oleh Pj Gubernur Sultra.

Asrun Lio menjelaskan, delapan aspek penilaian tersebut yang pertama, perencanaan kebutuhan yakni kebutuhan pegawai dihitung secara tepat dengan Anjab dan ABK. Kedua, pengadaan yakni pengadaan pegawai dilakukan secara terbuka dan kompetitif. Ketiga pengembangan karier, yakni pengembangan karier bertumpu pada pengembangan kompetensi dan kinerja.

Keempat, lanjut dia, promosi dan mutasi yakni promosi dan mutasi berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Kelima manejemen kinerja yakni kinerja dinilai secara objektif dan terukur, serta digunakan sebagai pertimbangan karier. Keenam, penggajian, penghargaan dan disiplin yakni tunjungan berdarkan kinerja dan penghargaan rutin untuk pegawai berpretasi. Ketujuh, perlindungan dan pelayanan yakni instansi melaksanakan program perlindungan dan pelayanan pegawai. Delapan, sistem informasi dimana sistem informasi dimanfaatkan untuk penyelenggaraan manajemen ASN.

“Delapan aspek inilah, yang secara teknis diterapkan oleh Pj Gubernur Sultra. Insya Allah, target berikutnya menjadi sangat baik dapat kita capai, mengingat Pj Gubernur Sultra mengawal perubahan yang kini tengah dijalani oleh Pemprov Sultra. Pj Gubernur Sultra juga mampu mengelolah sejumlah faktor perubahan strategis menjadi peluang, baik itu faktor perubahan lingkunga politik dan pemerintahan, perubahan regulasi, perubahan kelembagaan, hingga perubahan ekonomi dan anggaran,” tandasnya. (B1)

Facebook Comments Box