
Baubau, Datasultra.com- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Baubau turut mengambil bagian dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di kota itu agar kemiskinan ekstrem cepat terselesaikan sesuai dengan target Pj Wali Kota Baubau Muhammad Rasman Manafi.
Kepala Bidang Penempatan, Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Baubau Masful Zydi Ibrahim mengakui, kegiatan-kegiatan Disnaker Kota Baubau melalui Bidang Ketenagakerjaan yang selama ini telah berjalan secara tidak langsung sudah sesuai dengan program prioritas Pj Wali Kota Baubau Muhammad Rasman Manafi dalam hal ini pengananan kemiskinan ekstrem.
Nah dalam penanganan kemiskinan ekstrem ini, lanjut Masful Zydi Ibrahim, Disnaker Kota Baubau sebenarnya memberikan pelatihan-pelatihan ketenagakerjaan kepada masyarakat, karena ini peserta pelatihan itu tersebar di seluruh kecamatan dalam wilayah Kota Baubau.
“Dengan cara itu, dan tidak menutup kemungkinan atau sudah bisa terkait dengan langkah kita dalam pengentasan kemiskinan karena masyarakat yang kita cari ini adalah masyarakat pencari kerja,” tutur Masful Zydi Ibrahim, Jumat 2 Februari 2024.
Masful Zydi Ibrahim menjelaskan, pada tahun 2023 lalu Disnaker Kota Baubau mengadakan pelatihan yang sederhana saja yang berbasis kompetensi seperti pelatihan menjahit, dan pembuatan kuliner, dan pada tahun 2023 itu baru fokus dua pelatihan itu saja.
“Pada tahun 2024 ini, Disnaker Kota Baubau menambahkan dua program pelatihan berbasis kompetensi yakni pelatihan perbengkelan dan kecantikan. Sehingga total pelatihan yang dilakukan oleh Disnaker Kota Baubau dalam pengentasan kemiskinan pada tahun ini menjadi empat kegiatan pelatihan meliputi pelatihan menjahit, pelatihan pembuatan kuliner, pelatihan perbengkelan, dan pelatihan kecantikan,” jelasnya.
Tentunya jumlah peserta yang mengikuti pelatihan anantinya akan bertambah. Tahun 2023 lalu, peserta pelatihan itu kurang lebih sebanyak 80 orang, dan tahun 2024 ini dengan adanya tambahan dua kegiatan yang lain sehingga pasti akan bertambah lagi pesertanya dan itu merupakan langkah Disnaker dalam melakukan pengentasan kemiskinan.
Masful Zydi Ibrahim menambahkan, yang mendasari Disnaker Kota Baubau menambah jumlah dua kegiatan pelatihan pada tahun ini setelah melihat hasil database ketenagakerjaan pada tahun 2023 lalu.
Dari hasil database ketenagakerjaan tersebut, tercatat setiap wilayah itu ada kecenderungan seperti di Kecamatan Sorawolio. Disana kecenderungannya karena masyarakatnya petani, banyak mereka menginginkan pengolahan pertanian.
Begitu juga di kecamatan yang ada di pesisir Kota Baubau, kencendurangannya tentang pengolahan hasil perikanan dan yang menarik juga ternyata ada suatu kecermatan tertentu juga banyak memilih pelatihan perbengkelan dan pelatihan kecantikan.
“Makanya motivasinya kami coba tambah dengan pelatihan perbengkelan dan pelatihan kecantikan yang berbasis kompetensi pada tahun 2024 ini. Jadi intervensi Disnkaer Kota Baubau melalui pelatihan-pelatihan tersebut,” tambahnya.
Masful Zydi Ibrahim mengatakan, setelah peserta mendapatkan pelatihan, yang menjadi output atau yang diharapkan Disnaker ini selain mereka mendapatkan ilmu dari pelatihan, ini juga untuk menjadikan mereka siap berdaya saing kedepan.
“Kemudian tentunya peserta ini bisa berusaha sendiri karena selain kita latih mereka, kami juga memberikan mereka bantuan modal sehingga memang sangat sinkron dan sangat kolaboratif dalam pengentasan kemiskinan itu kami juga punya kontribusi terhadap daerah ini,” tandas Masful Zydi Ibrahim. (Adv)





