Drama Menantu Dalang Pembunuhan Mertua di Kendari

Polisi ungkap kasus pembunuhan yang terjadi di jalan Madusila Anduonohu, Rabu 17 April 2024. (Foto : Rk/datasultra.com)
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com – Pembunuhan Mirna (51) di Jalan Madusila, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, akhirnya terungkap. Sang menantu bernama Novi (23) menjadi dalang dalam kasus ini.

Sebelum pembunuhan terjadi, Novi telah menyusun rencana. Tak tanggung-tanggung, Novi rela mengeluarkan duit untuk membayar eksekutor untuk menghabisi nyawa mertuanya.

Korban sempat diduga tewas karena menjadi korban begal. Rupanya, berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian bahwa Mirna tewas di bunuh, sebab polisi menemukan banyak kejanggalan dalam kasus ini.

“Berdasarkan keterangan dari tersangka Novi yang terjadi perampokan dan kekerasan atau begal. Namun berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, tidak ada yang seperti disampaikan oleh Novi” ujar Kapolresta Kendari, Kombespol Aris Tri Yunarko kepada wartawan, Rabu 17 April 2024.

Aris menjelaskan, sebelum menantu pergi ke Sampara Kabupaten Konawe atau di rumah mertuanya. Novi atau menantu korban bertemu dengan seorang pria inisial MF (21) yang menjadi eksekutor. Pertemuan itu di depan ATM BRI di Kendari

“Setelah ketemu di lokasi itu, Novi mengajak seorang laki-laki ini atau MF untuk makan bakso di salah satu rumah makan di Kendari. Berdasarkan penyelidikan, kita melaksanakan penangkapan kepada MF karena kebetulan suami dari Novi kenal dengan laki-laki tersebut,” ungkapnya

Eksekutor pembunuhan ini merupakan tetangga dari orang tua Novi. Dihadapan polisi, ia mengakui menyuruh MF untuk melakukan pembunuhan.

“Dan pada waktu merencanakan pembunuhan itu di rumah makan, pukul 8 pagi ketemu sama laki-laki MF. Kemudian setelah ketemu, Novi bersama suami dan anaknya pergi ke Sampara Kabupaten Konawe,” jelasnya

Setibanya di Sampara, lanjut Aris, Novi mengajak mertuanya untuk berbelanja di Kota Kendari. Sementara suami tersangka dan anaknya tidak diajak. Begitu sampai di Kendari, Nobi bersama mertuanya langsung menuju ke indogrosir untuk berbelanja barang.

“Setelah keluar dari indogrosir, tersangka dan mertuanya sempat berbelanja bawang di pasar Anduonohu,” ungkapnya.

Tersangka Novi mengarahkan mobilnya menuju ke bundaran Citraland, setelah itu memutar balik dan menuju ke Jalan Madusila. Kemudian sempat memutar pagi ke Citraland dan parkir di dekat Kantor DPRD Kota Kendari.

“Disitulah tersangka yang satunya yaitu MF masuk ke dalam mobil. Waktu MF masuk ke dalam mobil, korban sempat bertanya kepada Novi, ini siapa? novi menjawab bahwa MF adalah sepupunya,” bebernya.

Saat di dalam mobil, posisi eksekutor, duduk di bagian belakang. Kemudian melakukan aksinya dengan menjerat leher korban menggunakan tali tambang dan menusuk korban menggunakan pisau.

“Kemudian mobilnya jalan dan disitulah terjadi eksekusi pembunuhan. Korban dijerat lehernya menggunakan tali tambang dan ditusuk menggunakan pisau,” tuturnya.

Akibat penikaman itu, korban mengalami luka sebanyak 10 tusukan. Pisau itu disiapkan memang oleh tersangka MF. Usai MF melakukan aksinya, Novi berpura-pura menjadi korban pencurian dan kekerasan (curas). Novi menyerahkan perhiasan, handphone dan uang kepada MF.

“Lalu, Dia (Novi) meminta tolong kepada pengendara yang melintas di jalan itu dan menyampaikan telah terjadi perampokan. Berdasarkan hasil penyelidikan, itu bukan perampokan namun pembunuhan berencana,” pungkasnya.(Rk)

 

Facebook Comments Box