DPMD Sultra Bangun Komitmen Tingkatkan Ekonomi Kawasan Perdesaan

Dinas PMD Sultra menggelar fasilitasi pembentukan dan pembangunan kawasan Perdesaan, di salah satu Hotel Kendari, Kamis 11 Juli 2024. (Foto : Rk/Datasultra.com).
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Fasilitasi Pembentukan dan Pembangunan Kawasan Perdesaan. Kegiatan ini berlangsung di salah satu hotel di Kendari, Kamis, 11 Juli 2024.

Kegiatan ini dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 8 Tahun 2019 tentang pembangunan kawasan perdesaan, serta untuk menyamakan pemahaman dan persepsi tentang arah kebijakan pembangunan kawasan perdesaan tahun 2024 dan dalam upaya melakukan revitalisasi Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) di Sultra,

Kepala Dinas DPMD Sultra, I Geda Panca mengatakan,kegiatan tersebut untuk memfasilitasi dan pengembangan kawasan perdesaan di Sultra. Menurutnya, selama ini sudah ditetapkan beberapa kawasan perdesaan, tetapi belum berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Dengan adanya pertemuan ini, kata dia, terbangun komitmen antara pemerintah pusat pemerintah provinsi, kabupaten, kota, camat beserta petugas-petugas dari kementerian desa, pendamping desa untuk memfasilitasi desa-desa dalam satu kawasan dan membangun perekonomian di desa sehingga perekonomian di desa semakin kuat.

“Kalau cuman dikembangkan hanya satu desa, kekuatannya kan tidak terlalu besar,” ungkapnya.

Dalam pertemuan ini, lanjut Panca, DPMD mengundang beberapa unsur terkait seperti Bappeda Provinsi, Bappeda Kabupaten, Kepala Dinas PMD, tim pendamping desa, dan pemateri berasal dari Kementerian Desa.

“Melalui kegiatan ini terbangun sebuah komitmen untuk membangun konsep pedesaan yang tujuan utamanya adalah membangun kekuatan ekonomi di kawasan perdesaan,” ungkapnya.

Panca menjelaskan bahwa kawasan perdesaan dibangun berdasarkan keunggulan potensi yang ada di setiap kawasan. Misalnya, di Buton Selatan yang memiliki keunggulan seperti perikanan dan pariwisata.

“Bagaimana perikanan bisa mendukung pariwisata?. Nah, pariwisata juga bisa memaketkan memanfaatkan potensi ikan yang ada di situ sehingga saling terbangun, saling memperkuat, dan semua menjadi mendapatkan nilai utama yang lebih besar,” tuturnya.

Selain Buton Selatan, lanjut dia, beberapa perdesaan yang memiliki keunggulan lainnya seperti Wakatobi dan Muna. Kawasan Muna, keunggulannya ada jagung. Apabila produksi jagung besar potensinya, maka dengan cepat mengundang para investor masuk di kawasan tersebut.

“Tapi kalau kita tidak bangun kawasan ini investor juga akan kurang tertarik, karena potensialnya kecil. Tapi kalau Desa ini di kawasan ini berkumpul menjadi satu investor akan masuk dengan cepat,” pungkasnya. (Rk)

 

Facebook Comments Box