
Kendari, Datasultra.com – Tari tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra), yaitu Tarian Lulo Alu akan ditampilkan pada HUT RI ke 79, di Istana Negara pada 17 Agustus 2024, Senin 12 Agustus 2024.
Salah satu penari Lulo Alu, Nur Hasanah Aprilia Dwiana mengatakan bahwa mereka akan diberangkatkan di Istana Negara pada 14 Agustus 2024 sebanyak 50 orang.
“Laki-lakinya ada 9 orang, pemusik 7, selebihnya penari,” ungkapnya kepada awak Media.
Dia mengaku, mereka melakukan latihan tarian tersebut sejak Bulan Juni 2024. Selain itu juga mereka sering menghadapi tingkat kesulitan pada saat sesi latihan.
“15 kali kita latihan bahkan lebih dan ini sudah masuk dua bulan. Kendalanya juga itu terjepit karena pake kayu panjang 3 meter, dan tangan juga biasa terkena terjepit bagian kayu alu,” bebernya.
Sementara itu, Sabita Naswa Ramadani mengungkapkan bahwa Tarian Lulo Alu tersebut merupakan Tarian lulo alu yang menggambarkan kebersamaan di suatu kampung di kabaena.
“Lulo Alu itu adalah sebuah permainan anak yang dijadikan tarian,” ungkapnya
Bahkan, untuk menampilkan Budaya kebanggaan daerah Sulawesi Tenggara di Istana Negara pada HUT RI ke 79, mereka juga bakal menggunakan pakean adat yang berasal dari Kabaena.
“Adat pakean yang akan digunakan itu pakean dari Kabaena yang dikreasikan,” imbuhnya.
Diketahui, Sekda Provinsi Sultra Asrun Lio melepas tim penari Lulo Alu dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 79 di Istana Negara.
Asrun Lio mengatakan, Para penari yang akan berangkat dalam tari kolosal di Istana negara, akan menjadi duta dari Sultra untuk menunjukkan kebolehan dalam menari tarian khusus dari Sultra.
“Anda kan menjadi duta dari sultra tunjukkan kebolehan dalam menari, karna itu akan menjadi gambaran bahwa tari ini menjadi milik masyarakat sultra yang benar-benar terus di lestarikan.
Mantan Dikbud Sultra ini menuturkan, Tari lulo Alu ini menjadi salah satu budaya yang sudah mendapatkan pengakuan secara nasional, dan diakui sebagai warisan budaya tak benda.
“Warisan Budaya Tak Benda itu dia sudah 50 tahun secara terus menerus di lestarikan,” bebernya
Oleh karena itu lanjutnya, pemerintah atau Negara mengapresiasi karya budaya ini dengan memberikan atau menjadikan sebagai warisan budaya tak benda milik Sultra agar tidak diklaim oleh negara lain.
“Saya mengucapkan selamat dan tampilkan yg terbaik, kepercayaan yg diberikan dari masyarakat Sultra adalah penghormatan besar. Jadilah duta yang baik bagi provinsi Sultra, tunjukan kepada seluruh dunia bahwa kita memiliki budaya yang berbakat,” tandasnya. (Rk)





