
Bulan Oktober tiba, menyapa kita dengan harapan dan asa baru. Bulan ke-10 dalam kalender Masehi ini memiliki sejarah dan makna yang menarik. Nama “Oktober” berasal dari kata Latin Octo yang berarti delapan, merujuk pada urutannya dalam kalender Romawi kuno, sebelum tahun baru diubah menjadi bulan Januari. Pada tahun 1582, Oktober bahkan hanya memiliki 21 hari di Eropa, akibat revisi kalender yang diputuskan oleh dewan saat itu.
Namun, Oktober bukan sekadar bulan dalam kalender. Ia adalah bulan transisi, terutama di Indonesia, di mana bulan ini menandai peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Bagi kita yang hidup di daerah tropis, Oktober menjadi titik balik dalam siklus alam, seperti perubahan besar dalam hidup yang kerap hadir tanpa kita sadari.
Bagi banyak orang, bulan ini membawa angin segar dan peluang baru. Sebuah momentum untuk memperbaiki apa yang tertunda, dan menambah semangat baru dalam setiap langkah kehidupan. Oktober mengingatkan kita bahwa meski dunia terus berubah, kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru selalu terbuka. Ini adalah bulan yang memberi ruang bagi refleksi, perbaikan, dan harapan.
Oktober juga menjadi momen penting di beberapa negara dengan musim gugur, di mana dedaunan berguguran dan alam bersiap menyambut dinginnya musim dingin. Ada keindahan tersendiri dalam transisi ini, yang menggambarkan perubahan alam yang tak terhindarkan namun selalu membawa ketenangan.
Mari kita sambut Oktober dengan semangat baru, penuh optimisme, dan kesiapan menghadapi tantangan-tantangan baru. Selamat datang, Oktober bulan yang membawa asa kehidupan. Tetaplah semangat, hu ha!





