
Jakarta, Datasultra.com – Pj Gubernur Sultra yang diwakili Sekda, Asrun Lio menyaksikan penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) antara PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim).
Acara yang berlangsung pada Senin 23 Desember 2024 di Jakarta ini menandai langkah bersejarah bagi pengembangan Bank Sultra.
Dalam sambutannya, Sekda Sultra Asrun Lio menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kolaborasi ini, yang dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat modal inti Bank Sultra sesuai amanat POJK No. 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.
“Konsolidasi Usaha Bersama (KUB) ini bukan sekadar pemenuhan modal inti, tetapi strategi besar untuk membangun sinergi yang komprehensif. Saya yakin Bank Jatim dan Bank Sultra akan saling melengkapi dalam berbagai aspek, termasuk pengembangan produk, teknologi informasi, dan efisiensi operasional,” ujar Asrun Lio.
Sekda Sultra optimis kolaborasi ini akan mendorong produktivitas dan profitabilitas Bank Sultra, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Ia juga menekankan pentingnya kerja keras seluruh insan Bank Sultra untuk mewujudkan visi jangka panjang menjadi bank yang kuat dan mandiri.
“KUB ini adalah awal dari perjalanan baru. Dengan bimbingan Bank Jatim sebagai induk perusahaan dan dedikasi dari seluruh karyawan, saya percaya target pemenuhan modal inti minimum dapat tercapai,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Sultra juga menyampaikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah memberikan dukungan penuh terhadap proses konsolidasi ini.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jatim, Dr. Muhammad Aftabuddin Rijaluzzaman, S.Pt, M.Si, Kepala Perwakilan OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, serta jajaran pejabat tinggi dari Bank Sultra dan Bank Jatim.
Turut hadir pula Komisaris Utama Bank Sultra Suhud, Direktur Utama Bank Sultra Abdul Latif, Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman, dan sejumlah pimpinan lain dari kedua bank.
Penandatanganan ini diharapkan menjadi awal sinergi yang membawa manfaat besar bagi pembangunan ekonomi daerah, khususnya di Sulawesi Tenggara. (As)





