
Kendari, Datasultra.com- Penumpukan sampah yang sempat terjadi di Kota Kendari belum lama ini mendapat perhatian serius dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kendari.
Kepala DLHK Kendari, Paminuddin menjelaskan, masalah tersebut dipicu oleh ketidakseimbangan jumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan armada pengangkut sampah yang dimiliki.
Paminuddin memastikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan, meskipun DLHK Kendari menghadapi berbagai kendala, termasuk kerusakan kendaraan pengangkut.
“Satu unit kendaraan yang rusak bisa memengaruhi berapa banyak sampah yang harus diangkut. Rute juga harus diubah sementara sambil menunggu kendaraan diperbaiki,” ungkapnya usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kendari, Selasa 7 Januari 2025.
Selain itu, jumlah bak sampah resmi di Kendari sebanyak 932 titik masih jauh dari cukup untuk menangani produksi sampah harian sebesar 243 ton.
Kondisi ini diperburuk oleh keberadaan 127 titik buangan liar yang juga harus dijangkau, meskipun tidak masuk dalam rute resmi.
“Buangan liar ini memang di luar jadwal rute kami, tetapi itu bukan alasan untuk tidak mengangkutnya. Kendati demikian, keterbatasan armada dan tenaga menjadi tantangan besar bagi kami,” tambah Paminuddin.
Saat ini, DLHK Kendari mengerahkan 160 petugas kebersihan yang bekerja secara maksimal meski masih membutuhkan tambahan tenaga dan armada.
Paminuddin juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam membuang sampah, termasuk mematuhi jadwal pembuangan agar tidak terjadi penumpukan.
“Jangan membuang sampah sembarangan, apalagi saat sedang di kendaraan. Simpanlah sampah dengan baik dan buang pada waktu yang tepat,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, DLHK Kendari optimis dapat menjaga kebersihan Kota Kendari secara keseluruhan. (N1)





