Makan Bergizi Gratis, Dikbud Kendari Sebut Kantin Sekolah Tetap Berjalan

Kepala Dinas Dikbud Kendari, Saemina.
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com – Meski Program Makan Bergizi Gratis telah mulai diterapkan di sekolah-sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari memastikan keberadaan kantin sekolah tetap berjalan sebagai pelengkap kebutuhan siswa.

Kepala Dinas Dikbud Kendari, Saemina, menjelaskan bahwa kantin sekolah tetap diperlukan meskipun ada program makan bergizi gratis.

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk waktu tertentu, seperti makan siang, sementara kantin sekolah berfungsi memenuhi kebutuhan siswa di waktu lainnya.

“Program makan bergizi gratis menyesuaikan jadwal, misalnya untuk makan siang. Namun, ada siswa yang belum sarapan dari rumah, sehingga mereka tetap bisa membeli makanan di kantin untuk sarapan,” ungkap Saemina saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 9 Januari 2025.

Program Makan Bergizi Gratis di Kota Kendari mulai dilaksanakan pada 6 Januari 2025. Saat ini, pelaksanaannya baru mencakup satu kecamatan, yaitu Kecamatan Mandonga, dengan melibatkan 12 sekolah. Program ini dikoordinasikan oleh Kodim 1417 Kendari di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Berdasarkan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat, pengelolaan makanan bergizi dilakukan oleh BGN, sedangkan kami dari Dikbud hanya menyiapkan data peserta didik,” jelas Saemina.

Pada peluncuran perdana program ini, Pemkot Kendari dan Dikbud turut menyaksikan langsung proses pembagian makanan. Menu yang disiapkan pun melibatkan Dinas Kesehatan untuk memastikan gizi seimbang, serta koordinasi dengan kepala sekolah untuk mengantisipasi alergi makanan yang dialami siswa.

Namun, program ini belum dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh wilayah Kendari. Salah satu kendalanya adalah jumlah peserta didik yang cukup besar, mencapai 63 ribu siswa dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP, belum termasuk ibu hamil dan ibu menyusui yang juga masuk dalam program berdasarkan juknis.

“Pelaksanaan secara keseluruhan membutuhkan persiapan matang, termasuk pembahasan anggaran dan mekanisme program,” tambah Saemina.

Ke depan, Pemkot Kendari berencana menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan dan sektor swasta, untuk mendukung keberlanjutan program ini. Selain itu, organisasi perangkat daerah (OPD) juga diharapkan berkontribusi.

Sebagai informasi, Pemkot Kendari sebelumnya telah melakukan uji coba program makan bergizi gratis pada Desember 2024 di dua sekolah, yakni SDN 1 Kendari dan SMPN 2 Kendari. Uji coba tersebut dinilai sebagai langkah awal yang sukses untuk memperluas program ini ke wilayah lain.

Dengan program ini, diharapkan kebutuhan gizi siswa dan masyarakat rentan di Kota Kendari dapat terpenuhi secara lebih optimal. (N1)

Facebook Comments Box