Awali Tahun 2025, OJK Gelar Literasi Keuangan pada Tiga Kabupaten di Sultra

OJK Sultra melaksanakan kegiatan literasi dan edukasi keuangan pada tiga Kabupaten di Provinsi Sultra.
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com- Memasuki awal tahun 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar serangkaian kegiatan literasi dan edukasi keuangan di tiga kabupaten di Provinsi Sultra.

Kegiatan ini dilaksanakan di enam desa di Kabupaten Muna, enam desa di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), dan lima desa di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan masyarakat, dengan jumlah berkisar antara 50 hingga 100 orang per desa.

Selain OJK Sultra, kegiatan ini juga melibatkan Industri Jasa Keuangan (IJK) seperti PT BPD Sultra, PD BPR Bahteramas Raha, PD BPR Bahteramas Konawe, dan PD BPR Bahteramas Konawe Selatan.

Kegiatan ini difokuskan pada masyarakat di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) yang selama ini kesulitan mengakses informasi dan layanan keuangan.

Menurut Kepala Bagian PEPK dan LMSt OJK Sultra, Shintia Wijayanti Putri Purnamasari, program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran OJK, produk jasa keuangan, serta pentingnya mewaspadai aktivitas keuangan ilegal (PASTI).

“Kami ingin memastikan masyarakat, terutama di daerah 3T, tidak hanya terinklusi secara keuangan tetapi juga memahami manfaat dan risiko dari produk keuangan yang mereka gunakan,” ujar Shintia.

Shintia menekankan bahwa literasi keuangan merupakan bentuk perlindungan konsumen yang bersifat preventif.

“Dengan memahami produk keuangan, masyarakat dapat terhindar dari praktik-praktik ilegal dan memilih layanan keuangan yang legal dan logis,” jelasnya.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 65,43 persen, sementara indeks inklusi keuangan berada di angka 75,02 persen.

Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan, di mana sebagian masyarakat yang telah menggunakan produk keuangan belum sepenuhnya memahami manfaat dan risiko yang terkait.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para kepala desa setempat, yang menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama yang bekerja sebagai petani dan selama ini kesulitan mengakses informasi keuangan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Sultra dapat lebih memahami peran OJK dan memilih produk keuangan yang tepat, sehingga literasi dan inklusi keuangan di daerah ini dapat terus meningkat,” pungkas Shintia.

OJK Sultra berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan literasi keuangan di seluruh lapisan masyarakat, khususnya di daerah 3T, guna menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. (N1)

Facebook Comments Box