
Kendari, Datasultra.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sultra pada tahun 2024 mencapai 5,40 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,03 persen.
Capaian ini juga menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya, yakni 5,35 persen pada 2023.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Sultra tersebut dihitung secara year-on-year (c-to-c).
“Selain itu, capaian ekonomi Sultra di 2024 juga meningkat dibanding tahun 2023 lalu, yakni 5,35 persen,” ungkap Bismi dalam acara Bincang Jasa Keuangan (Bijak) yang digelar di salah satu rumah makan di Kendari, Jumat 14 Maret 2025.
Bismi juga memaparkan bahwa pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sultra pada tahun 2024 didominasi oleh sektor industri pengolahan yang tumbuh sebesar 12,98 persen.
Sektor administrasi pemerintahan menyusul dengan pertumbuhan 11,98 persen, diikuti oleh sektor informasi dan komunikasi yang mencapai 7,81 persen.
“Berdasarkan lima lapangan usaha terbesar, yaitu pertanian, pertambangan, perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan, Sultra mencatat pertumbuhan di sektor pertanian sebesar 3,85 persen dan perdagangan 3,71 persen,” jelas Bismi.
Secara nasional, sektor pertambangan tumbuh sebesar 6,24 persen pada tahun 2024, sementara sektor konstruksi mencapai 2,77 persen.
Capaian ini menunjukkan bahwa Sultra terus menunjukkan kinerja ekonomi yang positif, dengan sektor-sektor kunci yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan regional.
Dengan capaian ini, Sultra semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berpotensi untuk terus berkembang di masa mendatang. (N1)





