
Kendari, Datasultra.com – Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif, menegaskan komitmennya untuk terus membawa Bank Sultra sebagai pilar utama pembangunan ekonomi di Sulawesi Tenggara.
Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2024 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Senin 17 Maret 2025.
Dalam forum tersebut, Gubernur Sulawesi Tenggara, Komjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan pentingnya peran Bank Sultra dalam mendukung pembangunan daerah.
“Bank Sultra adalah kebanggaan kita semua. Kinerja baik yang telah ditunjukkan harus menjadi motivasi untuk terus berkembang,” ujarnya.
Di hadapan para pemegang saham dan jajaran direksi, Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif melaporkan bahwa hingga 31 Desember 2024, total aset Bank Sultra mencapai Rp14,1 triliun, dengan laba bersih setelah pajak sebesar Rp418,3 miliar.
Laporan keuangan ini telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dan dinyatakan wajar dalam semua aspek material.
Bank Sultra juga terus mengembangkan layanan untuk meningkatkan inklusi keuangan.
Di antaranya dukungan bagi UMKM melalui kredit tanpa bunga. Inovasi layanan perbankan, termasuk program tabungan berhadiah dan cashback rekening giro.
Digitalisasi layanan, dengan pengembangan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), sistem Host to Host Payment Gateway, dan implementasi QRIS.
Ekspansi jaringan kantor untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kepada masyarakat. Penguatan modal inti, guna memenuhi regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin ketat, Abdul Latif menegaskan bahwa Bank Sultra akan terus berinovasi untuk memperkuat daya saingnya.
“Kami berkomitmen memperkuat posisi Bank Sultra sebagai lembaga keuangan yang inovatif dan terpercaya. Dengan dukungan pemegang saham, kami optimistis mencapai target pertumbuhan yang lebih baik di masa mendatang,” kata Abdul Latif.
Dengan strategi yang terarah dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Bank Sultra diharapkan dapat terus tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi Sulawesi Tenggara, memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan dunia usaha. (As)





