Pemprov Sultra Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Stabilisasi Harga Jelang Lebaran 1446 H

Wagub Sultra pantau kegiatan GPM yang digelar di pelataran, eks MTQ, Rabu (19/03/2025).
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Ketahanan Pangan Sultra menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 17 kabupaten dan kota di wilayah Sultra.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sultra, Ir Hugua, di pelataran eks MTQ pada Rabu 19 Maret 2025.

GPM bertujuan untuk menstabilkan harga pangan, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah, menjelang perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah.

Wakil Gubernur Sultra, Ir Hugua, dalam sambutannya menyatakan bahwa GPM merupakan upaya pemerintah untuk memastikan harga pangan tetap terjangkau, terutama menjelang hari raya.

“Dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar biasa, masyarakat diharapkan dapat merayakan Lebaran dengan hati senang karena bahan pangan terjangkau,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota di Sultra. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Maret 2025.

GPM ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sultra, Pemerintah Kota Kendari, Bank Indonesia Perwakilan Sultra, Badan Pangan Nasional, Badan Urusan Logistik (Bulog), serta berbagai stakeholder terkait.

Dalam kegiatan ini, berbagai bahan pokok ditawarkan dengan harga yang lebih terjangkau, seperti Beras SPHP seharga Rp58 ribu, Beras Premium 5 Kg Rp70 ribu hingga Rp72 ribu, Bawang Merah Rp35 ribu hingga Rp40 ribu, dan Minyak Kita (Bantal) Rp15 ribu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Siswanto, menjelaskan bahwa GPM tidak hanya bertujuan untuk menstabilkan harga pangan, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat dan keseimbangan antara ketersediaan dan harga.

“Dengan stabilisasi harga, ekonomi makro dapat berjalan dengan baik, dan inflasi di Sultra dapat terjaga,” ujarnya.

Ari Siswanto juga melaporkan bahwa inflasi Sultra pada Februari 2025 tercatat sebesar 0,22 persen year on year (y-o-y), lebih rendah dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 0,38 persen.

“Angka ini menunjukkan bahwa inflasi kita berada di bawah target nasional sebesar 2,5 plus minus satu persen,” paparnya.

Selain itu, ia memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok dan pangan strategis di wilayah Sultra saat ini dalam kondisi aman dan terjaga.

Dengan adanya GPM, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang momen Lebaran Idul Fitri 1446 H. (N1)

Facebook Comments Box