Desa Barangka Dinilai Kumuh Tak Terurus, Pemerintah Desa Cuek

Kondisi jalan dan lingkungan Desa Barangka memprihatinkan: saluran mampet, semak liar, dan sampah berserakan. Mendesak perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah.
Listen to this article

Muna Barat, Datasultra.com – Kondisi Desa Barangka menuai sorotan tajam dari sejumlah warga. Desa Barangka yang merupakan pusat Kecamatan Barangka di Muna Barat (Mubar) bukannya menjadi contoh kemajuan desa, justru wilayah ini terlihat kumuh, tidak terawat, dan dipenuhi rumput liar di sepanjang lorong-lorong desa.

Warga setempat mengeluhkan karena minimnya perhatian dari pemerintah desa. Kinerja aparatur desa dianggap tidak maksimal. Bahkan, warga menilai para perangkat desa hanya menerima gaji tanpa menunjukkan hasil kerja nyata. Terlebih lagi, Kepala Desa Barangka disebut enggan turun tangan dalam membenahi kondisi lingkungan yang makin memprihatinkan.

“Rumput liar tumbuh di mana-mana, selokan tersumbat, lingkungan kotor, dan tidak ada upaya penataan. Kami bingung, apakah mereka benar-benar bekerja atau hanya hadir untuk absen saja,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa sore, 22 April 2025.

Padahal, secara geografis dan administratif Desa Barangka merupakan representasi utama Kecamatan Barangka. Seharusnya, desa ini mencerminkan wajah kemajuan wilayah, namun kenyataan di lapangan justru sebaliknya.

Olehnya itu, sejumlah warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mubar untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah desa. Evaluasi ini dinilai penting untuk menyelamatkan Desa Barangka dari keterpurukan.

“Jika kepala desa bersikap abai, bagaimana mungkin desa ini bisa berkembang?. Kami berharap ada perhatian serius dari Pemda, jangan biarkan Desa Barangka terus menjadi contoh buruk akibat lemahnya kepemimpinan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Barangka, Jamaluddin mengungkapkan rasa kekecewaannya, sebab, sejak awal 2025 pihak kecamatan telah membentuk program kerja bakti rutin setiap Minggu namun Desa Barangka tidak pernah ikut serta.

“Saya sangat menyesalkan sikap tidak kooperatif dari Desa Barangka. Saat itu, hanya Desa Walelei, Desa Wuna, Desa Lafinde, Desa Sawerigadi, dan Desa Bungkolo yang aktif berpartisipasi,” ucap Jamaluddin saat di wawancarai media ini.

Sementara Desa Barangka selalu absen. Padahal sudah kumpulkan mereka di kantor camat dan menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, apalagi untuk menyambut kedatangan bupati dan wakil bupati terpilih.

Jamaluddin menambahkan bahwa dalam kegiatan pembersihan di area destinasi wisata permandian Matakidi, justru Babinsa yang lebih aktif hadir ketimbang perangkat desa.

“Saya lihat kepala desa kurang mampu menggerakkan aparaturnya. Beberapa kali kami coba komunikasikan, tapi tanggapannya selalu dingin. Padahal program bupati saat ini sangat jelas, menjadikan Muna Barat sebagai daerah yang tumbuh, sehat, dan keren,”tegasnya.

Kondisi ini tentu bertolak belakang dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Muna Barat, La Ode Darwin dan Ali Basa yang menekankan pentingnya peningkatan tata kelola desa, kebersihan lingkungan, dan pelayanan publik yang berkualitas.

“Desa bukan hanya sekadar entitas administratif, tetapi juga gambaran langsung dari kualitas pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat akar rumput. Ketika pemerintah desa gagal menjalankan fungsinya, maka masyarakatlah yang paling dirugikan,” ungkapnya.

Sehingga berita ini diterbitkan, media ini telah berusaha menghubungi Kepala Desa Barangka untuk meminta tanggapan terkait persolaan ini namun tidak direspon hingga berita ini diterbitkan. (Len)

Facebook Comments Box