
Kendari, Datasultra.com – Aksi tawuran antar pelajar terjadi lagi saat kegiatan kerja bakti bersih bersih sampah plastik di kawasan Eks MTQ Kendari, Jumat, 16 Mei 2025 sekira pukul 08.00 Wita.
Video tawuran antar pelajar berdurasi 12 detik viral di media sosial. Dalam video yang diterima Datasultra.com terlihat jelas para pelajar mengenakan baju pramuka dan baju olahraga saling mengejar dan lempar batu yang menyebabkan dua orang pelajar menjadi korban.
Kepala Dinas dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) Yusmin menegaskan bahwa kejadian pagi tadi bukan tawuran antar pelajar melainkan ada oknum tertentu yang mengatasnamakan pelajar mengacaukan di sana. Kini remaja itu sudah diamankan oleh pihak kepolisian.
“Bukan tawuran antar pelajar tetapi ada oknum mengatasnamakan pelajar
mengacaukan. Dengan kejadian ini pihak kepolisian sudah mengamankan anak anak itu,” ucap Yusmin saat ditemui di Polresta Kendari.
Yusmin menduga, remaja yang diamankan polisi adalah penyusup yang ingin mengacaukan suasana kerja bakti karena mereka memakai baju sekolah sehingga banyak orang menganggap remaja ini pelajar atau siswa padahal preman.
“Sebagai Kadis Dikbud, saya merasa tersinggung dan mengutuk keras remaja ini. Akibat aksinya ini dua orang menjadi korban dan membuat pelajar lain ketakutan,” tegasnya.
Ia juga meminta pihak kepolisian agar menghukum seberat-beratnya pelaku ini karena berani memakai seragam sekolah membuat kekacauan dan berharap semua teman-temanya ditangkap agar tidak terjadi lagi hal serupa.
Ditempat yang sama, Kepala SMK 2 Kendari Ahmad Mustafa mengaku tak tahu persis kejadiannya tian-tiba terjadi caos. Namun, ia sangat menyesalkan ada oknum yang mengatasnamakan pelajar SMKN 2 Kendari sesungguhnya oknum tersebut bukan siswa dari SMKN 2.
“Salah satu remaja yang diamankan polisi ditangkap oleh seorang guru dari SMKN 1 Kendari. Remaja ini mengaku dari SMKN 2 Kendari. Kami bawa ke sekolah untuk diinterogasi,” terangnya.
Remaja ini mengaku bersekolah di Madrasah Aliyah swasta di Ranomeeto. Pihak sekolah mengkonfirmasi ke sekolah yang disebutkan, ternyata anak ini tidak bersekolah di sana.
“Dia (remaja) ini tidak sekolah hanya membikin kekacauan saja,” kesal Ahmad Mustafa.
Konfrimasi terpisah, Kasi Humas Polresta Kendari IPTU Haridin mengatakan, ada satu orang remaja yang diamankan berinisial FJ (17), warga Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan.
“Remaja ini tidak sekolah. Dia sudah dikeluarkan dari SMKN 2 Kendari,” terangnya.
Haridin menjelaskan tawuran ini bermula saat remaja yang diamankan polisi mengaku dijemput oleh rekannya berinisial F (Pelajar SMK 2 Kendari) dengan tujuan ke Jalan Saosao untuk berkumpul dengan pelajar lainnya.
“Setelah semua berkumpul, mereka menuju Eks MTQ Kendari untuk melakukan kegiatan kerja bakti yang diikuti seluruh pelajar SMAN/SMKN se-Kota kendari,” jelas IPTU Haridin.
Setibanya di pelataran Eks MTQ, lanjut Haridin, kelompok pelajar SMKN 2 Kendari bertemu dengan kelompok pelajar SMKN 1 Kendari. Kelompok pelajar SMKN 1 Kendari melakukan pelemparan menggunakan batu kepada kelompok pelajar SMKN 2 Kendari sehingga terjadi aksi saling lempar antar pelajar.
“Saat terjadi saling lempar antar pelajar, salah satu guru SMKN 1 Kendari berusaha melerai aksi tersebut dan berhasil mengamankan FJ,” ujarnya.
Tak lama berselang, Tim Patroli Satuan Samapta Polresta Kendari mendapatkan informasi ada 1 orang remaja diamankan dan dibawa ke SMKN 2 Kendari dikarenakan telah melakukan aksi tawuran.
“Tim Patroli Samapta mendatangi SMKN 2 Kendari dan mengamankan remaja tersebut ke Mako Polresta Kendari,” tutupnya. (Ld)





