
Kendari, Datasultra.com – Dalam rangka memperingati World Book Day 2025, Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan bedah buku You Do You karya Fellexandro Ruby, Kamis 22 Mei 2025.
Acara ini berlangsung di Aula BI Sultra dan dihadiri oleh pelajar, mahasiswa, serta pegiat literasi dari berbagai komunitas.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra, Rahadian Triaji, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk meningkatkan minat baca dan memperkuat budaya diskusi di tengah masyarakat Sultra.
“World Book Day bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum strategis untuk menumbuhkan kembali semangat membaca dan berpikir kritis, terlebih di tengah derasnya arus digital yang sering mengalihkan perhatian masyarakat dari buku,” ujarnya kepada media.
Selain bedah buku, rangkaian kegiatan World Book Day 2025 oleh BI Sultra mencakup program Goes to School, lomba menulis opini, lomba fotografi, serta lomba video reels yang melibatkan pelajar dan mahasiswa.
Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk mendorong kreativitas generasi muda dan memperluas pemahaman mereka akan pentingnya literasi.
Bedah buku You Do You menjadi sorotan utama. Buku ini mengangkat tema pengembangan diri, pencarian jati diri, serta pentingnya mengenal dan memaksimalkan potensi pribadi.
Rahadian menyebutkan bahwa buku ini dipilih karena isinya sangat relevan dengan tantangan generasi muda saat ini.
“Melalui isi buku ini, kami ingin mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih percaya diri menentukan arah hidup mereka, mengenali keunikan diri, dan berani mengambil keputusan,” tambahnya.
Sesi bedah buku juga diwarnai diskusi interaktif antara peserta dan para narasumber, yang membedah isi buku secara mendalam. Antusiasme peserta terlihat tinggi saat menyampaikan pandangan dan pertanyaan seputar tema yang diangkat.
Dengan digelarnya kegiatan ini, BI Sultra berharap dapat menjadi motor penggerak literasi di Sulawesi Tenggara. Melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan komunitas, World Book Day 2025 diharapkan menjadi titik awal gerakan literasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Ini bukan akhir, tapi langkah awal dalam membangun budaya baca dan berpikir kritis yang lebih luas di masyarakat kita,” pungkas Rahadian. (N1)





