Yusran–Hamsinah Dorong Konsep Pembangunan Regional Baubau, Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kepulauan

Wali Kota H. Yusran Fahim dan Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu.
Listen to this article

Baubau, Datasultra.com – Pemerintah Kota Baubau di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Yusran Fahim dan Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu terus mendorong semangat “Kerja Bersama” dalam membangun kota secara menyeluruh.

Salah satu terobosan yang kini tengah digagas adalah konsep pembangunan regional, sebagai strategi memperkuat posisi Baubau sebagai pusat gravitasi ekonomi kawasan kepulauan di Sulawesi Tenggara.

Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, mengungkapkan bahwa arah pembangunan Kota Baubau ke depan tidak hanya berfokus pada internal daerah, tetapi lebih pada penguatan sinergi antarwilayah.

Konsep ini muncul seiring dengan komitmen pemerintahan Yusran–Hamsinah untuk menciptakan lompatan pembangunan yang terukur dan terintegrasi.

“Kita tidak bisa lagi membangun sendiri-sendiri. Konsep pembangunan regional yang kita dorong ini melibatkan kabupaten tetangga seperti Busel, Buteng, Butur, Buton, dan Muna. Kita harus saling mengisi agar bisa punya nilai tawar kuat di tingkat nasional, terutama dalam merebut alokasi anggaran pembangunan,” ujar Hamsinah.

Hamsinah juga menjelaskan bahwa predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemkot Baubau dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan tahun anggaran 2024 menjadi motivasi tersendiri bagi pemerintah untuk bekerja lebih baik ke depan.

“Ini sudah lebih dari 10 kali berturut-turut kita raih. Itu artinya tata kelola kita sudah baik, tinggal bagaimana kita terus tingkatkan hasilnya bagi masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan akan tetap memprioritaskan sektor andalan Baubau yaitu perdagangan dan jasa.

Dengan posisi strategis Baubau sebagai simpul transportasi laut dan udara di kawasan kepulauan, Hamsinah menekankan pentingnya peningkatan kapasitas infrastruktur kargo, baik kapal maupun pesawat.

“Kita ingin nelayan dari Buton Selatan atau Buton Tengah bisa langsung kirim hasil lautnya dari Baubau. Artinya cold storage, fasilitas logistik, serta layanan kargo udara dan laut harus kita perkuat,” jelasnya.

Tak hanya itu, sektor UMKM, ekonomi kreatif, serta hilirisasi hasil pertanian dan agromaritim juga menjadi perhatian dalam rencana pembangunan hingga 2029.

Pemerintah akan menyusun belanja program dan anggaran secara proporsional, dengan tetap menjadikan sektor-sektor tersebut sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

“Kami ingin Baubau menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Kepulauan Sultra. Jadi semua lini akan kita sentuh, termasuk dukungan sarana dan prasarana yang menopang sektor jasa, perdagangan, dan UMKM,” tegas Hamsinah.

Konsep kerja bersama yang dibangun oleh pasangan Yusran–Hamsinah bukan hanya slogan, tapi menjadi fondasi utama dalam membangun Baubau yang inklusif, berdaya saing, dan saling terkoneksi dengan daerah sekitarnya demi kesejahteraan bersama. (Sir)

Facebook Comments Box