BPJS Kesehatan Baubau “Goes to Campus” di STIKes IST Buton

BPJS Kesehatan Cabang Baubau melaksanakan kegiatan BPJS Goes to Campus di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) IST Buton, Rabu 3 September 2025.
Listen to this article

Baubau, Datasultra.com– BPJS Kesehatan Cabang Baubau melaksanakan kegiatan BPJS Goes to Campus di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) IST Buton, Rabu 3 September 2025.

Kegiatan berupa pemberian kuliah umum ini diikuti 100 mahasiswa lintas semester (1, 3, dan 5) dari jurusan Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, dan Kebidanan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Baubau, Diah Eka Rini, mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Program ini sengaja dihadirkan karena nantinya JKN akan menjadi salah satu kurikulum di perguruan tinggi. Akan ada program khusus mengenai BPJS Kesehatan yang diajarkan melalui salah satu mata kuliah,” jelas Diah.

Dalam materinya, Diah menekankan bahwa BPJS Kesehatan berperan dalam mengelola jaminan pelayanan kesehatan bagi peserta aktif.

“Yang diberikan BPJS Kesehatan adalah jaminannya, bukan pelayanannya. Pelayanan kesehatan tetap diberikan oleh fasilitas kesehatan yang bekerja sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Diah memaparkan tiga alasan utama pentingnya kepesertaan JKN. Pertama, sebagai bentuk kepatuhan terhadap undang-undang. Kedua, untuk memberikan perlindungan ketika sakit, terutama penyakit dengan biaya tinggi.

Ketiga, JKN menjadi penopang ketenangan masyarakat menghadapi risiko kesehatan.

“Prinsip JKN adalah gotong royong, di mana yang sehat membantu yang sakit, yang muda membantu yang tua, yang mampu membantu yang tidak mampu,” sambungnya.

Ia juga memperkenalkan program REHAB (Rencana Pembayaran Iuran Bertahap) bagi peserta mandiri yang memiliki tunggakan iuran antara 4–12 bulan.

Program ini memungkinkan peserta menyicil iuran tertunggak agar tetap mendapatkan perlindungan.

Pihak kampus menyambut baik kegiatan ini. Kepala LPPKA STIKes IST Buton, Ahmad Noor, menyampaikan apresiasinya.

“Penghargaan setinggi-tingginya kami berikan kepada BPJS Kesehatan. Sebagai perguruan tinggi kesehatan, kami mendukung penuh program ini karena berdampak positif secara sosial bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain pemaparan materi, mahasiswa juga diperkenalkan penggunaan aplikasi Mobile JKN sebagai inovasi digital layanan kesehatan. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab.

Mahasiswa antusias menyampaikan pertanyaan seputar pembiayaan alat bantu kesehatan, mekanisme iuran ketika menunggak, hingga keberlanjutan pembiayaan Program JKN tanpa membebani fiskal negara. (Sir)

Facebook Comments Box