
Baubau, Datasultra.com – Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, meresmikan Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan UMKM, Kamis 18 September 2025.
Kehadiran gedung ini ditegaskan sebagai pusat pengembangan koperasi, UMKM, dan wirausaha di Kota Baubau.
Dalam sambutannya, Yusran menjelaskan bahwa PLUT Koperasi dan UMKM merupakan unit teknis yang memberikan layanan komprehensif dan terpadu bagi pelaku usaha.
Hal ini, menurutnya, penting mengingat posisi strategis Baubau sebagai kota jasa sekaligus kota dagang yang berada di jalur pelayaran penghubung kawasan barat dan timur Indonesia.
“Pemerintah Kota Baubau sangat menyadari besarnya potensi UMKM, baik kontribusinya terhadap PDRB maupun perannya dalam menyerap tenaga kerja. Namun, kita masih memiliki pekerjaan rumah besar, karena sebagian besar UMKM masih berskala mikro. Rasio wirausaha di Baubau pun baru 3,82 persen, sementara standar daerah maju minimal 4 persen,” ungkap Yusran.
Ia menegaskan, PLUT Koperasi dan UMKM harus menjadi pusat solusi, rujukan, sekaligus praktik terbaik bagi koperasi dan UMKM.
Gedung ini diharapkan mampu melahirkan produk lokal berkualitas serta memperkuat peran koperasi sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat (1).
“Manfaatkan layanan PLUT ini sebaik-baiknya, mulai dari konsultasi usaha, pendaftaran usaha elektronik, pelatihan teknis dan manajerial, hingga pengembangan produk, pemasaran, dan inkubasi bisnis. Saya juga menginstruksikan Dinas Koperasi dan UKM untuk mengoptimalkan gedung ini dengan perencanaan detail agar lima tahun ke depan UMKM kita benar-benar naik kelas,” tegasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Baubau, Aliman, menambahkan bahwa pembangunan gedung PLUT dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp5,43 miliar. Selain itu, tersedia sarana pendukung pelatihan dan pendampingan UMKM senilai Rp2,33 miliar.
Gedung dua lantai tersebut memiliki 22 ruangan dengan fasilitas yang lengkap. Lantai pertama dilengkapi ruang inkubator kuliner, ruang kemasan, idea private, multimedia dan podcast, galeri produk, coworking space, musholla, ruang laktasi, hingga kantin.
Sementara lantai kedua mencakup ruang pelatihan, aula, studio foto, inkubator digital, inkubator kriya, serta ruang pengelola.
Untuk memperkuat fungsi, PLUT akan dijalankan melalui kelembagaan Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) dengan dukungan lima konsultan pendamping yang fokus pada bidang kelembagaan, SDM, produksi, pembiayaan, dan pemasaran.
“Dengan adanya konsultan pendamping, layanan PLUT diharapkan benar-benar menjadi pusat pemberdayaan koperasi dan UMKM secara terpadu,” pungkas Aliman. (Sir)





