
Baubau, Datasultra.com – Kota Baubau kembali bersiap menyambut Hari Jadinya yang ke-484 sekaligus memperingati 24 tahun sebagai daerah otonom pada 17 Oktober 2025 mendatang.
Tahun ini, perayaan digelar dengan konsep sederhana namun penuh makna, berbeda dari pesta meriah yang biasanya identik dengan peringatan hari besar.
Asisten I Setda Kota Baubau, La Ode Aswad, menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi bukan hanya seremonial, tetapi momentum reflektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Semangatnya tetap kita laksanakan, tapi konsepnya sederhana. Kita ingin perayaan ini kembali ke akar, ke nilai sosial, keagamaan, dan budaya. Tidak perlu hura-hura, yang penting bermakna,” ujar Aswad, Rabu 1 Oktober 2025.
Tahun ini, peringatan mengusung tema “Taposaasaangu To Baubau Moporiaroana” yang berasal dari bahasa Wolio. Tema tersebut mencerminkan kearifan lokal yang mengedepankan persatuan dan kemajuan bersama.
“Taposaangu artinya bersatu, sementara Moporiaroana berarti terdepan. Kita ingin kota ini menjadi yang terdepan dalam pembangunan, pelayanan, ketenteraman, dan kebersamaan,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan perayaan dimulai sejak 1 Oktober hingga 31 Oktober 2025. Agenda awal difokuskan pada kebersihan lingkungan oleh seluruh instansi, termasuk OPD, BUMN, BUMD, perbankan, perguruan tinggi, hingga sekolah.
Selain itu, selama bulan Oktober, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Baubau diwajibkan mengenakan busana adat Buton, yakni kampurui untuk laki-laki dan syal tenun bagi perempuan. Kebijakan ini juga diberlakukan bagi instansi vertikal, perbankan, hingga sektor swasta.
“Kita ingin mengangkat budaya lokal sekaligus mendukung UMKM tenun Buton. Ketika ASN dan pihak swasta ikut mengenakan busana adat, secara tidak langsung kita membantu ekonomi pelaku usaha tenun,” tambah Aswad.
Salah satu tradisi khas, Kande-Kandea, juga dihadirkan dengan nuansa berbeda. Jika sebelumnya hanya diikuti ASN dan pimpinan daerah, tahun ini diarahkan untuk berbagi bersama anak yatim, fakir miskin, dan kaum dhuafa.
“Kande-Kandea tahun ini akan kita lakukan bersama anak yatim dan kaum dhuafa. Sederhana, tapi penuh kehangatan dan kepedulian. Bahkan akan ada santunan sesuai kemampuan dan keikhlasan,” ungkapnya.
Acara makan bersama tersebut rencananya digelar di halaman Aula Palagimata Kantor Wali Kota Baubau, setelah upacara peringatan. Setiap kelurahan dan kecamatan juga diminta mendata warga yang akan diundang.
Selain itu, rangkaian perayaan turut diisi dengan bakti sosial dan lomba bernuansa keagamaan yang melibatkan organisasi masyarakat, RT/RW, Karang Taruna, Majelis Ta’lim, hingga pelaku usaha.
“Pemerintah memberi ruang bagi masyarakat untuk memeriahkan peringatan ini dengan kegiatan bermanfaat. Namun tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Aswad menekankan, peringatan Hari Jadi Kota Baubau ke-484 bukan hanya milik pemerintah, tetapi seluruh warga.
“Ini perayaan milik semua, dari pusat kota sampai pelosok. Kita ingin semangatnya dirasakan bersama-sama,” pungkasnya. (Sir)





