Tim Dosen UHO Perkuat Mitigasi Bencana Pesisir Sambuli dengan Data Sains

FMIPA UHO Kendari, gelar pengabdian masyarakat di Kelurahan Sambuli.
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com – Kelurahan Sambuli, Kota Kendari, menghadapi berbagai tantangan terkait bencana pesisir yang berpotensi merusak infrastruktur dan lahan perkebunan warga.

Menyikapi kondisi tersebut, tim dosen dari Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan warga melalui penguatan kapasitas mitigasi dini berbasis data geofisika dan oseanografi.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana pesisir, serta mendorong terwujudnya Kelurahan Tangguh Bencana.

Tim pengabdian yang dipimpin oleh Syamsul Razak Haraty, S.Si., M.T., melibatkan sejumlah dosen lintas disiplin, di antaranya Ir. Al Rubaiyn, S.T., M.T., Erzam S. Hasan, S.Si., M.Si., Dr. Asmadin, S.Pi., M.Si., Dr. Hasan Eldin Adimu, S.Pi., M.Si., dan Dr. Saenuddin, S.Pi., M.Si.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo yang terintegrasi dengan upaya mitigasi bencana pesisir, pemanfaatan teknologi geofisika untuk pencarian sumber air bersih, serta analisis pasang surut air laut.

Ketua Tim, Syamsul Razak Haraty menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat berbasis data ilmiah.

“Kami bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, tidak hanya tentang pentingnya air bersih, tetapi juga tentang cara mengenali tanda-tanda dini bencana pesisir dan bagaimana meresponsnya dengan cepat dan tepat,” ujarnya, Selasa 21 Oktober 2025.

Melalui survei geolistrik untuk pencarian sumber air tanah baru dan pengukuran pasang surut untuk memetakan dinamika air laut, masyarakat dilibatkan langsung dalam setiap tahapan kegiatan.

“Dengan melibatkan warga dalam pengukuran dan analisis, kami ingin mereka memahami ilmu di balik mitigasi bencana dan mampu merespons lebih baik ketika bencana terjadi,” tambah Syamsul.

Dalam kegiatan ini, tim pengabdian juga menghasilkan peta risiko bencana berbasis data geofisika dan oseanografi. Peta tersebut menjadi panduan bagi masyarakat dan pemerintah kelurahan dalam merencanakan langkah mitigasi yang tepat dan efektif.

Selain itu, pengukuran pasang surut air laut dilakukan di beberapa titik sepanjang pantai Kelurahan Sambuli. Data yang dikumpulkan memberi informasi penting tentang pergerakan air laut yang dapat menyebabkan banjir rob atau abrasi.

Syamsul berharap hasil kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan, tidak hanya bagi Sambuli, tetapi juga bagi wilayah pesisir lain yang menghadapi ancaman serupa.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk memanfaatkan teknologi dan pendekatan ilmiah dalam mencari solusi terhadap permasalahan pesisir,” tutupnya.

Anggota tim, Dr. Asmadin menambahkan bahwa data pasang surut sangat penting untuk memahami pola pergerakan air laut yang memengaruhi kawasan pesisir.

“Dengan informasi ini, pemerintah dan masyarakat bisa merencanakan pembangunan infrastruktur yang lebih tahan terhadap dampak bencana pesisir,” jelasnya.

Sementara itu, Ir. Al Rubaiyn, S.T., M.T., menjelaskan bahwa melalui pendekatan berbasis sains dan teknologi yang dikemas secara partisipatif, Kelurahan Sambuli diharapkan dapat menjadi model kawasan pesisir tangguh di Kota Kendari, bahkan menjadi contoh nasional.

“Hasil kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi terhadap masalah air bersih dan bencana pesisir, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian Universitas Halu Oleo berhasil mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa, dosen, pemerintah kelurahan, dan warga menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya dalam mitigasi kekeringan dan bencana pesisir, tetapi juga dalam membangun ketahanan komunitas pesisir yang berkelanjutan di Kelurahan Sambuli dan wilayah sekitarnya. (Iy)

Facebook Comments Box