FKIP UHO Gelar Psikoedukasi Penguatan Konsep Diri bagi Generasi Alfa di Kendari

Psikoedukasi Penguatan Konsep Diri Bagi Generasi Alfa di Kota Kendari.
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com — Dalam menghadapi tantangan di era digital, Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO), menggelar program psikoedukasi bertajuk “Psikoedukasi Konsep Diri untuk Generasi Alfa di Kota Kendari: Upaya Penguatan Identitas di Era Digital.”

Kegiatan ini menyasar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Kendari dan dilaksanakan di beberapa sekolah, antara lain SMPN 4 Kendari, SMPN 9 Kendari, SMPN 23 Kendari, dan MTsN 1 Kendari.

Ketua Tim, Dodi Priyatmo Silondae, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan psikologis remaja Generasi Alfa, yang sejak dini telah akrab dengan gawai dan berbagai platform digital.

“Program ini berfokus pada penguatan konsep diri positif di tengah derasnya pengaruh media sosial. Melalui metode interaktif seperti role playing, diskusi reflektif, dan proyek berbasis pengalaman, para peserta diajak memahami serta mengelola dampak media sosial terhadap cara mereka memandang diri sendiri,” ujar Dodi.

Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah membantu remaja membangun konsep diri yang sehat serta mampu membedakan antara jati diri sesungguhnya dengan citra diri yang kerap dibentuk oleh media sosial.

Selain itu, program ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran diri, kepercayaan diri, dan kemampuan adaptasi terhadap tekanan sosial di dunia maya.

Lebih lanjut, Dodi mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya melibatkan peserta didik, tetapi juga guru Bimbingan dan Konseling (BK) di masing-masing sekolah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program serta penguatan peran guru BK dalam penanganan psikososial peserta didik pasca kegiatan.

“Program ini merupakan bentuk kontribusi nyata dosen dan mahasiswa Jurusan BK FKIP UHO dalam mendukung pembentukan karakter dan kesehatan mental generasi muda. Kami berharap inisiatif ini menjadi langkah awal bagi sekolah-sekolah di Kendari untuk lebih memperhatikan aspek kesehatan mental peserta didik dalam konteks penggunaan media digital,” katanya.

Dodi juga berharap kegiatan psikoedukasi seperti ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara universitas, guru BK, dan pemerintah daerah.

Dengan demikian, remaja diharapkan tumbuh menjadi pengguna media sosial yang bijak, berkarakter, serta memiliki konsep diri yang kuat siap menghadapi dinamika dunia digital dengan mental sehat dan identitas yang utuh. (Iy)

Facebook Comments Box