
Kendari, Datasultra.com – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menyerukan semangat besar untuk memastikan tidak ada satu pun warga Sultra yang tertinggal dari akses keuangan yang layak dan aman.
Seruan ini disampaikan dalam pembukaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Kendari, Sabtu 26 Oktober 2025.
“Bulan Inklusi Keuangan bukan sekadar kampanye, tetapi gerakan penyelamatan ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara,” tegas Bismi di hadapan Gubernur Sultra, para kepala daerah, serta pelaku industri jasa keuangan.
Sebagai pejabat baru di Sultra, Bismi mengaku merasakan kehangatan masyarakat dan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa.
Namun, ia menyoroti ketimpangan antara potensi daerah dengan kesejahteraan warga.
“Sultra punya 2,8 juta penduduk, dan lebih dari 60 persen adalah usia produktif. Ini energi besar jika dikelola dengan inklusi keuangan yang kuat,” ujarnya penuh semangat.
Bismi menegaskan, OJK Sultra tidak akan tinggal diam. Ia memperkenalkan delapan strategi nyata yang akan menjadi motor penggerak inklusi keuangan di wilayah ini.
Yakni pembentukan “Tentara Literasi Keuangan”, edukasi masif tanpa henti, Program Kredit Melawan Rentenir (KMR), Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Pengembangan ekosistem keuangan inklusif, perlindungan terhadap pekerja rentan, pemberdayaan petani kakao dan penguatan literasi keuangan syariah yang bahkan telah mencetak rekor dunia pada 10 Oktober lalu
“Seperti kata teman saya dari Kopassus: lebih baik pulang tanpa nama daripada kalah di medan laga. Kami siap berjuang tanpa henti untuk memajukan literasi dan inklusi keuangan di Sultra,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Dia menambahkan, meski belum ada pemerintah daerah di Sultra yang masuk nominasi Rakornas TPAKD 2025, Bismi optimistis tahun depan akan lahir daerah yang mampu menembus TPAKD Award 2026.
“Saya melihat semangat baru dari para kepala daerah. Karena tanpa political will dan dukungan dari semua pihak, program ini tidak akan berhasil,” katanya.
Ia juga mengapresiasi 17 pemerintah daerah dan para pelaku industri jasa keuangan, mulai dari 34 bank, 22 asuransi, fintech, hingga Bursa Efek Indonesia yang aktif terjun melayani masyarakat.
“Kalian adalah pahlawan masyarakat,” ucapnya dengan nada bangga.
Menutup sambutannya, Bismi mengingatkan masyarakat bahwa BIK bukan milik OJK semata, melainkan gerakan bersama.
“Bulan Inklusi Keuangan ini milik rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Sultra untuk datang ke booth BIK dan bertanya tentang produk keuangan yang aman, membuka rekening dan mulai menabung, melindungi keluarga dengan asuransi hingga melaporkan segala bentuk penipuan keuangan ke OJK atau Satgas Waspada Investasi.
“Ingat, selalu cek legalitas produk keuangan di website resmi OJK. Dengan semangat Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GNCCK), mari kita pastikan tidak ada warga Sultra yang tertinggal,” pungkas Bismi. (N1)





