
Kendari, Datasultra.com – Dalam upaya memperkuat ketahanan emosional remaja di tengah pesatnya perkembangan era digital, Tim Dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat.
Program edukatif ini menyasar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan fokus pada pengenalan keterampilan emotional literacy atau literasi emosional.
Ketua tim pelaksana, Alber Tigor, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons terhadap meningkatnya kompleksitas tantangan emosional yang dihadapi para siswa, khususnya di SMP Negeri 1 Kendari.
“Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan mengenali, memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara sehat, baik dalam interaksi sosial langsung maupun di ruang digital. Tujuannya adalah mendukung terciptanya iklim sekolah yang aman, inklusif, dan kondusif bagi perkembangan psikososial remaja,” ujarnya.
Menurut Alber Tigor, metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara interaktif dan disesuaikan dengan karakteristik perkembangan remaja.
Pendekatan yang digunakan meliputi ceramah edukatif, diskusi partisipatif, serta simulasi peran (role playing) untuk melatih penerapan keterampilan emosional dalam situasi nyata.
“Tujuan utama dari inisiatif ini adalah mengembangkan kompetensi literasi emosional siswa melalui pendekatan yang aplikatif dan kontekstual,” jelasnya.
Secara lebih rinci, lanjutnya, siswa diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai jenis emosi dalam diri sendiri maupun orang lain, mengelola emosi negatif khususnya kemarahan secara konstruktif, mengekspresikan perasaan secara asertif dan sesuai norma sosial, serta menyikapi pesan-pesan emosional di media sosial dengan bijak dan reflektif.
“Sasaran program adalah siswa SMP di wilayah Kota Kendari yang berada dalam fase remaja awal. Pemilihan kelompok usia ini didasarkan pada pertimbangan kompleksitas perkembangan psikososial mereka yang tengah berada pada masa transisi menuju kedewasaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kelompok remaja awal juga merupakan segmen yang sangat terpapar konten emosional di berbagai platform digital.
Jika tidak dibekali kemampuan literasi emosional yang baik, paparan tersebut dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka.
“Melalui program ini, diharapkan dapat tercapai sejumlah dampak positif jangka panjang, antara lain terwujudnya profil siswa dengan kesadaran emosional dan empati tinggi serta kemampuan komunikasi yang efektif. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas interaksi sosial di sekolah melalui pengurangan konflik, tindakan perundungan, dan perilaku agresif,” pungkas Alber Tigor. (Iy)





