
Buton Tengah, Datasultra.com- Pemerintah Desa Walando resmi meresmikan destinasi wisata Tebing Walando Indah (TWI) sebagai ikon wisata baru yang diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Peresmian berlangsung meriah dengan menghadirkan konten kreator Umar Ridwan dan Alkes Kelor, serta turut dihadiri Kapolsek Gu Ipda Parjiyono, S.H., bersama jajarannya.
Masyarakat Desa Walando tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat.
Kepala Desa Walando, Mursidi, S.Pd., menjelaskan bahwa sejumlah fasilitas kini telah tersedia untuk pengunjung, di antaranya kolam renang dan area kuliner.
Dari puncak tebing, wisatawan juga dapat menikmati panorama indah yang menampilkan wilayah Lombe dan hamparan laut yang membentang luas.
Pemerintah desa juga tengah menyiapkan pembangunan villa, homestay, serta fasilitas pendukung lainnya yang ditargetkan rampung pada tahun depan.
“Revitalisasi Tebing Walando Indah ini adalah langkah kami untuk menghadirkan ikon wisata yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Mursidi pada Sabtu malam 15 November 2025.
Ia menambahkan bahwa pengembangan destinasi wisata ini akan terus melibatkan aspirasi warga.
“Kami menampung semua masukan warga hari ini agar pengembangan destinasi ini sesuai kebutuhan dan bisa menjadi kebanggaan Desa Walando,” jelasnya.
Sebagai informasi, Tebing Walando Indah sebelumnya telah beroperasi pada 2019–2021, sebelum kembali direvitalisasi untuk memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Buton Tengah.
Pada peresmian ini, turut digelar sesi tanya jawab antara pemerintah desa dan masyarakat guna menjaring masukan terkait pengembangan destinasi tersebut.
Area Tebing Walando Indah dilengkapi parkiran luas dengan tarif parkir gratis, sementara harga tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang.
Fasilitas lain yang tersedia antara lain toilet, meja duduk berbentuk kotak, serta gazebo untuk pengunjung beristirahat sambil menikmati panorama alam.
Lokasi wisata ini dapat diakses dari berbagai arah, mulai dari Pelabuhan Wamengkoli: ±30 kilometer, Raha: ±60 kilometer, dan Muna Barat: ±40 kilometer. (Len)





