
Wakatobi, Datasultra.com – Sembilan orang nelayan terombang-ambing di tengah laut usai kapal yang mereka tumpangi menabrak batang kayu menyebabkan as propeler kapal patah.
Awalnya, mereka berangkat dari Karang Tomia menuju Pulau Wangi-wangi untuk memanah ikan, Senin, 15 Desember 2025 dini hari.
Indentitas sembilan nelayan itu, Aldo (27), Jamil (25), Inkuno (37), Rawan (23), Reza (20), Ical (16), Harus (20), Tahiri (25) dan Sardin (27. Mereka merupakan warga Desa Bhakti Wanci, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Herman, salah satu keluarga korban melaporkan peristiwa itu ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (KKP) atau Basarnas Kendari untuk meminta bantuan SAR.
“Salah satu keluarga korban menyampaikan bahwa telah terjadi kecelakaan kapal, satu buah longboat dengan jumlah POB 9 orang mengalami patah as propeler di sekitar Perairan Karang Kaledupa,” ucap Kepala KPP Kendari, Amiruddin.
Berdasarkan laporan itu, lanjut dia, Tim Rescue Pos SAR Wakatobi diberangkatkan menuju last known position (LKP) untuk memberikan bantuan SAR.
Dalam perjalanan, tim yang berada di lapangan yang melaporkan bahwa longboat telah ditemukan beserta 9 orang person on board (POB) dalam keadaan selamat.
“Longboat mereka ditemukan sekitar 9,13 NM arah utara barat laut dari LKP. Sembilan nelayan sudah dievakuasi ke Pelabuhan Desa Mola,” terangnya.
Dengan dievakuasinya seluruh POB dalam keadaan selamat, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. (Ld)





