
Baubau, Datasultra.com – Kapolres Baubau, AKBP Mayestika Hidayat, S.I.K., M.H., memaparkan hasil analisis dan evaluasi (anev) keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025 dalam rangka Press Release Akhir Tahun yang digelar di Aula Kemitraan Polres Baubau, Rabu 31 Desember 2025.
Dalam paparannya, Kapolres mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Baubau tercatat sebanyak 513 kasus kejahatan.
Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 473 kasus. Selain itu, terdapat 1 kasus pelanggaran, 6 kasus gangguan, serta 4 kejadian bencana.
“Dari total 513 kasus kejahatan sepanjang 2025, sebanyak 370 kasus berhasil diselesaikan, dengan persentase penyelesaian perkara mencapai 72 persen. Risiko penduduk terkena kejahatan berada pada angka 278,” jelas AKBP Mayestika.
Ia merinci, empat jenis kejahatan yang terjadi sepanjang 2025 terdiri dari kejahatan konvensional sebanyak 494 kasus, kejahatan transnasional 18 kasus, kejahatan terhadap kekayaan negara 1 kasus, serta kejahatan berimplikasi kontinjensi nihil.
Kapolres juga memaparkan hasil anev pengungkapan tindak pidana narkoba, kecelakaan lalu lintas, pelanggaran lalu lintas, penanganan aksi unjuk rasa, pelaksanaan Operasi Keselamatan Anoa, kegiatan penegakan hukum (gakkum), hingga pelaksanaan Operasi Ketupat Anoa dan Operasi Lilin Anoa periode 2024/2025.
Pada Operasi Ketupat Anoa 2024/2025, gangguan kamtibmas menunjukkan tren peningkatan. Jumlah kejahatan tercatat 22 kasus, naik dibandingkan Operasi Ketupat tahun 2024 yang sebanyak 13 kasus, atau meningkat 9 kejadian (69,23 persen).
Sementara itu, pelanggaran, gangguan, dan bencana selama Operasi Ketupat 2025 tercatat nihil dan tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ditinjau dari jenis kejahatan selama Operasi Ketupat Anoa 2025, kejahatan konvensional mendominasi dengan 22 kasus, meningkat 100 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 11 kasus.
Kejahatan transnasional justru menurun dari 2 kasus pada 2024 menjadi nihil pada 2025. Kejahatan terhadap kekayaan negara dan kejadian kontinjensi juga nihil.
Dari sisi lalu lintas selama Operasi Ketupat Anoa 2024/2025, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat 8 kasus, meningkat dibandingkan 3 kasus pada 2024 atau naik 166,67 persen. Meski demikian, korban meninggal dunia menurun dari 1 jiwa pada 2024 menjadi nihil pada 2025.
Korban luka ringan meningkat dari 4 orang menjadi 10 orang, sedangkan korban luka berat tetap nihil. Kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas juga meningkat signifikan, dari Rp7.150.000 pada 2024 menjadi Rp23.400.000 pada 2025.
Sementara itu, anev gangguan kamtibmas selama Operasi Lilin Anoa 2024/2025 menunjukkan tren kejahatan meningkat. Jumlah kejahatan pada Operasi Lilin 2025 tercatat 13 kasus, naik drastis dibandingkan Desember 2024 yang hanya 4 kasus, atau meningkat 225 persen.
Pelanggaran juga mengalami kenaikan dari nihil menjadi 3 kejadian, sedangkan gangguan dan bencana tetap nihil.
Jenis kejahatan selama Operasi Lilin Anoa 2025 seluruhnya merupakan kejahatan konvensional sebanyak 13 kasus.
Tidak ditemukan kejahatan transnasional, kejahatan terhadap kekayaan negara, maupun kejadian kontinjensi.
AKBP Mayestika Hidayat menegaskan, hasil anev ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja Polres Baubau ke depan, khususnya dalam upaya pencegahan kejahatan, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga stabilitas kamtibmas agar tetap kondusif. (Sir)





