Pemancing Tenggelam di Perairan Bungkutoko Ditemukan Tewas Mengapung di Laut

Tim SAR gabungan menemukan jenazah korban mengapung di laut sekitar lima (5) meter dari lokasi awal hilangnya korban.
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com – Upaya pencarian terhadap seorang pemancing di perairan Bungkutoko Kendari membuahkan hasil. Korban bernama Ardiansyah (22) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu, 10 Januari 2025 sore.

Tim SAR gabungan menemukan jenazah korban mengapung di laut sekitar lima (5) meter dari lokasi awal hilangnya korban. Setelah ditemukan, korban dievakuasi ke Dermaga Basarnas Kendari. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulan untuk diserahterimakan kepada pihak keluarga.

“Sekira pukul 16.00 Wita, korban ditemukan tim SAR gabungan sekitar 5 meter dari last known position (LKP) dalam keadaan meninggal dunia,” ucap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari, Amiruddin.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR kondisi membahayakan manusia terhadap satu orang pemancing yang tenggelam di sekitar Perairan Bungkutoko dinyatakan selesai dan ditutup, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan kekesatuannya masing-masing.

Tim SAR Gabungan Diterjang Cuaca Ekstrem

Pencarian pemancingan tenggelam di sekitar Perairan Bungkutoko, tim SAR gabungan diterjang cuaca ekstrem.

Perjuangan tim SAR gabungan di lapangan tidaklah mudah karena dalam pencarian pemancingan yang tenggelam di Perairan Bungkutoko harus berhadapan dengan cuaca ekstrem.

Meski begitu mereka harus bekerja ekstra penyisir luasnya pencarian dengan jarak pandang yang terbatas akibat hujan deras disertai angin kencang.

Upaya tak kenal lelah membuahkan hasil. Korban ditemukan tidak jauh dari titik awal hilangnya korban, hanya berjarak lima meter. Tim SAR gabungan bergerak cepat mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin mengatakan, operasi pencarian hari ke-dua terhadap pemancing yang tenggelam di sekitar Perairan Bungkutoko, pihaknya mengerahkan tim penyelam dan dron.

“Operasi SAR hari ke-dua, pencarian terhadap korban tenggelam tim SAR gabungan dibagi menjadi tiga tim,” terang Amiruddin.

Tim 1 dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menyisir dengan luas area pencarian 258 meter. Tim 2 melakukan penyelaman di sekitar LKP dengan luas area 44 meter. Sementara tim 3 melakukan pencarian dengan menggunakan drone di sekitar LKP dan pesisir sejauh 967 meter.

Diberitakan sebelumnya, nasib nahas dialami Ardiansyah, pria berusia 22 tahun asal Desa Anggokoti, Kecamatan Buke, Konawe Selatan, hilang terseret arus laut dan tenggelam di Perairan Bungkutoko, Kota Kendari, Jumat 9 Januari 2026 sekira pukul 08.50 Wita.

Pagi itu, korban yang sedang asyik mancing tiba-tiba kailnya tersangkut di batu karang. Ia perupaya melepaskan kail yang nyangkut namun akibat arus laut yang deras di area tersebut menyebabkan korban terseret dan tenggelam.

Mengetahui ada pemancing tenggelam, warga setempat melaporkan peristiwa ini ke Kantor Basarnas Kendari. Beberapa menit kemudian, tim rescue KPP Kendari diberangkatkan menuju lokasi untuk memberikan bantuan SAR.

Setibanya di lokasi, tim rescue langsung melakukan penyisiran dan penyelaman di sekitar last known position atau LKP. Selain itu, menyisir di area pesisir pantai. (Ld)

Facebook Comments Box