
Muna, Datasultra.com — Keterbatasan ruang rawat inap di Puskesmas (PKM) Kabawo, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dinilai perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah.
Pasalnya, pasien yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Kabawo, tetapi juga dari Kecamatan Tongkuno, Bone, hingga Marobo.
Dalam dua tahun terakhir, jumlah pasien rawat inap terus mengalami peningkatan. Berdasarkan evaluasi BPJS Kesehatan, rata-rata terdapat sekitar 24 kasus per bulan.
Kondisi ini membuat kebutuhan ruang rawat inap menjadi semakin mendesak, terlebih standar minimal yang ditetapkan undang-undang adalah 10 ruang inap, sementara PKM Kabawo saat ini hanya memiliki 8 ruang.
Selain itu, kebutuhan akan ruang isolasi juga menjadi perhatian penting, mengingat potensi penanganan pasien dengan penyakit menular yang memerlukan fasilitas khusus.
Kepala Puskesmas Kabawo, Ramlan, berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi tersebut.
“Jumlah pasien rawat inap terus meningkat, sementara kapasitas ruangan kami masih sangat terbatas,” ujar Ramlan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas dapat berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Jika tidak segera ada penambahan ruang inap dan ruang isolasi, kami khawatir pelayanan tidak bisa maksimal, padahal kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus bertambah,” katanya. (Len)





