Rabu, Februari 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Gubernur Sultra Hadiri Peresmian 166 Sekolah Rakyat, Presiden Tekankan Kolaborasi Pusat–Daerah Putus Rantai Kemiskinan

Listen to this article

Banjarmasin, Datasultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), menghadiri peresmian 166 Sekolah Rakyat yang digelar serentak di seluruh Indonesia dan dipusatkan di Sekolah Rakyat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin 12 Januari 2026.

Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bagian dari komitmen nasional dalam memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, dalam laporannya menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat saat ini tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota dengan total 166 titik. Program tersebut menampung 15.954 siswa yang didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga pendidik dan kependidikan.

Para peserta didik berasal dari keluarga dengan kondisi sosial ekonomi sangat rentan. Mayoritas orang tua siswa bekerja sebagai buruh dengan penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan serta memiliki tanggungan keluarga lebih dari empat orang.

“Sekolah Rakyat dirancang bukan seperti sekolah biasa, melainkan sebagai ekosistem terpadu yang mencakup perlindungan, pemulihan, dan pemberdayaan,” ujar Saifullah Yusuf.

Konsep tersebut diperkuat melalui sistem pendidikan berasrama, pembinaan karakter, penegakan kedisiplinan, serta pengembangan potensi siswa berbasis tes DNA talent.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah Sekolah Rakyat telah beroperasi selama empat hingga enam bulan sebelum diresmikan dan menunjukkan perubahan positif pada peserta didik, baik dari aspek fisik maupun akademik.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tujuan utama bernegara adalah menghadirkan kesejahteraan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kita harus berani melihat kekurangan kita. Pertumbuhan harus disertai pemerataan. Tujuan kemerdekaan adalah membawa kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Presiden.

Presiden menekankan bahwa pendidikan merupakan sarana paling strategis untuk menghilangkan kemiskinan dan kelaparan, sekaligus menjadi jembatan masa depan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Pendidikan adalah sarana yang paling benar untuk menghilangkan kemiskinan. Sekolah Rakyat ini menjadi jembatan masa depan bagi anak-anak yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan dan tidak memiliki harapan,” katanya.

Presiden juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, hingga unsur TNI dan Polri, yang dinilai berperan besar dalam menyukseskan pelaksanaan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

“Saya melihat hari ini kita buktikan bahwa peran gubernur, bupati, wali kota, pimpinan TNI dan Polri, serta dukungan semua pihak sangat menentukan. Kita berbuat bersama agar anak-anak kita memiliki masa depan,” ujarnya.

Kehadiran Gubernur Sulawesi Tenggara dalam peresmian ini mencerminkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kebijakan nasional di bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan, sekaligus memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berkeadilan di seluruh Indonesia. (As)

Facebook Comments Box

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

28 − 18 =

Popular Articles