Kendari, Datasultra.com – Warga Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, memanfaatkan momentum reses Anggota DPRD Sulawesi Tenggara untuk menyuarakan berbagai persoalan yang selama ini dirasakan.
Mulai dari infrastruktur jalan yang rusak, drainase tak berfungsi optimal, hingga persoalan sosial seperti pengangguran dan maraknya narkoba.
Aspirasi tersebut disampaikan saat Reses Anggota DPRD Sultra dari Fraksi PPP, Dra. Harmawati, yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perumnas Sao-sao, Selasa 3 Februari 2026.
Mantan Ketua RT 18 Perumnas Sao-sao, Dahlan, menyebutkan sejumlah persoalan krusial yang hingga kini belum mendapat penanganan maksimal. Di antaranya pengelolaan sampah, kondisi jalan rusak di ruas Jalan Torada menuju Perumnas Sao-sao, drainase, serta distribusi air PDAM.
“Sejak Januari 2026 mobil sampah sudah tidak masuk lagi ke perumahan. Ditambah jalan rusak antara Torada dan Perumnas Sao-sao, serta penyaluran air PDAM yang tidak maksimal,” ungkap Dahlan.
Keluhan serupa juga disampaikan Ketua RT 02, Syamsurahmad. Ia menuturkan bahwa perbaikan Jalan Torada sudah berulang kali diusulkan, namun hingga kini belum terealisasi. Menurutnya, persoalan jalan tidak bisa dilepaskan dari kondisi drainase yang membutuhkan penanganan serius dengan anggaran cukup besar.
“Harapan kami, ibu dewan bisa membantu memperjuangkan masalah ini agar segera mendapat solusi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 05 Kelurahan Bende, Farida, menyoroti persoalan sosial yang kian mengkhawatirkan. Ia berharap adanya sosialisasi pemberantasan narkoba, bantuan bagi pelaku UMKM, serta perhatian terhadap meningkatnya angka pengangguran akibat lesunya perekonomian dan kebijakan efisiensi.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota DPRD Sultra Dra. Harmawati menjelaskan bahwa persoalan pengelolaan sampah merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota, bukan pemerintah provinsi.
“Namun untuk keluhan lainnya, tentu akan kami upayakan agar bisa ditindaklanjuti sesuai kewenangan. Semua aspirasi warga ini menjadi catatan penting bagi kami,” tegasnya.
Reses tersebut menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus harapan warga agar persoalan yang dihadapi dapat segera mendapat perhatian dan solusi nyata. (N1)


