Baubau, Datasultra.com – Ketua DPRD Kota Baubau, Ardin Jufri, memimpin rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-485 Kota Baubau dan HUT ke-25 sebagai daerah otonom di ruang rapat paripurna DPRD Kota Baubau, Kamis 15 Oktober 2026.
Ardin memimpin jalannya sidang didampingi Wakil Ketua DPRD Natas Aryu Prawira Tamim dan Adriansyah Farmin.
Paripurna tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan panjang Kota Baubau sekaligus mengevaluasi capaian pembangunan sejak terbentuk sebagai daerah otonom pada 2001.
Hadir dalam kegiatan itu Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu, Sekretaris Daerah La Ode Darussalam, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, para mantan wali kota dan wakil wali kota, mantan ketua DPRD, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, partai politik, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta insan pers.
Dalam pidatonya, Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim menyampaikan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Bangkit, Berbudaya dan Sejahtera”.
Tema tersebut, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya menjaga identitas budaya daerah sekaligus memperkuat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Yusran mengatakan, pemerintahan periode 2025–2029 menjalankan mandat rakyat untuk bekerja, memberikan pelayanan, dan menghadirkan perubahan nyata.
Namun, upaya tersebut berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang menuntut pemerintah daerah menentukan prioritas pembangunan secara cermat.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan saat ini merupakan kelanjutan dari proses yang telah berjalan sejak Kota Baubau terbentuk sebagai daerah otonom pada 2001.
“Untuk melihat seberapa jauh perubahan dan kemajuan Kota Baubau selama 25 tahun terakhir, kita dapat mencermati berbagai indikator makro pembangunan,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam pidatonya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Baubau meningkat dari 70,60 pada 2006 menjadi 80,29 pada 2025. Tingkat kemiskinan turun dari 18,90 persen atau sekitar 23.100 jiwa menjadi 6,83 persen atau 12.410 jiwa pada periode yang sama.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka berkurang dari 14,44 persen pada 2006 menjadi 3,95 persen pada 2025. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku juga meningkat dari Rp349 miliar pada 2001 menjadi Rp12,97 triliun pada 2025.
Adapun pertumbuhan ekonomi yang tercatat sebesar 8,86 persen pada 2001 berada pada angka 5,58 persen pada semester I 2026.
Yusran menilai perkembangan tersebut perlu dicermati secara objektif dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi global dan nasional, perubahan pasar, serta kebijakan efisiensi anggaran.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberikan dampak terhadap pemerataan, kesempatan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kelestarian lingkungan.
Pemerintah Kota Baubau, lanjutnya, terus mendorong penguatan sektor perdagangan, jasa, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), investasi, serta ekonomi lokal agar Baubau semakin berperan sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan Kepulauan Buton dan sekitarnya.
Di bidang tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah, Baubau kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas laporan keuangan tahun 2025. Capaian tersebut menjadi raihan WTP ke-11 secara berturut-turut.
Sementara pada sektor pelayanan dasar dan infrastruktur, pemerintah daerah memprioritaskan peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, penyediaan air bersih, pembenahan jalan, konektivitas antarwilayah, penanganan persampahan yang ramah lingkungan, serta penataan kawasan perkotaan.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah revitalisasi Pasar Wameo untuk mewujudkan pusat perdagangan yang lebih modern, bersih, higienis, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Pada sektor perumahan, Kota Baubau memperoleh alokasi bantuan rumah swadaya sebanyak 600 unit pada 2026. Hingga semester I, sebanyak 287 unit telah terealisasi. Pemerintah daerah juga terus memperjuangkan tambahan alokasi bantuan agar semakin banyak masyarakat dapat menempati hunian yang layak.
Di bidang pendidikan, pemerintah daerah bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mendorong pembangunan Sekolah Rakyat di atas lahan seluas enam hektare di Kelurahan Palabusa.
Penguatan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui dukungan terhadap pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih guna mendorong UMKM dan pelaku usaha lokal agar semakin produktif dan berdaya saing.
Selain itu, transformasi digital terus dikembangkan melalui digitalisasi pelayanan pajak dan retribusi daerah untuk meningkatkan kecepatan, transparansi, dan keterbukaan layanan publik.
Dalam pidatonya, Yusran turut memaparkan sepuluh proyek strategis Pemerintah Kota Baubau tahun 2026 yang dilaksanakan melalui Dinas PUPR dan Dinas Kesehatan.
Proyek tersebut meliputi rekonstruksi Jalan Kompleks Lowu-Lowu, rekonstruksi Jalan Kompleks Sulaa Tahap II, rekonstruksi Jalan Dr. Wahidin dan Jalan Maasiaja, penataan Kawasan Lakologou Tahap II, penataan Lembah Hijau, revitalisasi Kawasan Pasar Wameo, revitalisasi Kawasan Kotamara, pengadaan dan pemasangan jaringan perpipaan jalur khusus Pertamina, pembangunan Puskesmas Waborobo, serta pembangunan Puskesmas Lakologou.
Meski berbagai capaian telah diraih, Yusran mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari penanganan kemiskinan dan pengangguran, keterbatasan infrastruktur dasar, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menegaskan bahwa manfaat pembangunan harus dirasakan masyarakat hingga tingkat kelurahan.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan DPRD, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum.
Pada kesempatan tersebut, Yusran juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Baubau atas dukungan, pengawasan, kritik, dan saran dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah bukan semata-mata hasil kerja wali kota dan wakil wali kota, melainkan buah kerja bersama seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.
“Setiap capaian adalah hasil kerja bersama banyak pihak. Ada kerja DPRD, ASN, TNI dan Polri, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan yang utama partisipasi seluruh masyarakat Kota Baubau,” tuturnya.
Menutup pidatonya, Yusran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan membangun daerah dengan berpegang pada filosofi budaya Buton, SARA PATAANGUNA, yakni po mae-maeaka, popia-piara, poangka-angkataka, dan pomaa-maasiaka, sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui peringatan Hari Jadi ke-485 dan HUT ke-25 sebagai daerah otonom, Pemerintah Kota Baubau berharap semangat kebersamaan terus terjaga untuk mewujudkan Baubau yang bangkit, berbudaya, dan sejahtera. (Sir)


