
Kendari, Datasultra.com – Dalam upaya mempercepat realisasi investasi di Sulawesi Tenggara (Sultra), Pemerintah Provinsi Sultra menggelar rapat koordinasi bertajuk Percepatan Realisasi Investasi di Kendari, Selasa 3 Desember 2024.
Momen ini bertepatan dengan sejumlah peringatan bersejarah, seperti Hari Penyandang Disabilitas Internasional dan Hari Bakti Pekerjaan Umum, yang semakin menegaskan pentingnya langkah strategis ini.
Sekretaris Daerah Sultra, Asrun Lio, mewakili Penjabat Gubernur Sultra, mengungkapkan bahwa potensi investasi di Sultra sangat besar, didukung oleh sumber daya alam yang melimpah seperti pertambangan, perikanan, pertanian, peternakan, hingga pariwisata.
“Sultra memiliki daya tarik tersendiri yang menjadikannya wilayah strategis untuk investasi. Dengan iklim investasi yang kompetitif, masyarakat seharusnya bisa menikmati kesejahteraan yang lebih baik,” ujarnya.
Hingga triwulan III 2024, realisasi investasi Sultra baru mencapai Rp 8,32 triliun atau 32,49 persen dari target nasional sebesar Rp 25,61 triliun.
Namun, Sekda optimistis target daerah sebesar Rp 22 triliun dapat dicapai dengan sinergi seluruh pihak.
“Dengan 10 proyek strategis nasional (PSN) bernilai Rp 45,49 triliun di Sultra, kontribusi terhadap target investasi sangat signifikan. Namun, hingga kini realisasi PSN belum maksimal. Kami berharap dukungan dari Kementerian Investasi untuk mencermati kendala ini,” tambahnya.
Sekda juga menyoroti pentingnya evaluasi proses perizinan dan strategi promosi investasi.
“Apakah kebijakan perizinan kita mempersulit pelaku usaha? Apakah strategi promosi efektif? Semua ini harus kita kaji bersama agar hambatan bisa diatasi,” tegasnya.
Ia menekankan perlunya regulasi yang mendukung, seperti Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang pemberian insentif dan kemudahan berinvestasi.
“Jika regulasi perlu direvisi atau dibuat baru, mari kita lakukan demi mendukung iklim investasi yang lebih kondusif,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asrun Lio mengajak para pelaku usaha untuk terbuka menyampaikan tantangan yang dihadapi.
“Negara ini hanya akan maju jika semua elemen memberikan kontribusi, dari investor hingga birokrasi. Kami berharap triwulan IV menjadi momentum peningkatan realisasi investasi di Sultra,” harapnya.
Acara ini turut dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM atau perwakilannya, Ketua Kadin Sultra, Ketua Hipmi Sultra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Direktur Utama Bank Sultra, serta pejabat tinggi dari kabupaten/kota se-Sultra. Para pelaku usaha PMA dan PMDN juga hadir untuk mendukung percepatan investasi di Bumi Anoa.
Dengan potensi dan langkah strategis yang tengah digencarkan, Sultra optimistis menjadi salah satu pusat investasi unggulan di Indonesia. (Sir)





