
Baubau, Datasultra.com- Cuaca ekstrem yang melanda Kota Baubau dalam beberapa hari terakhir disertai angin kencang telah menyebabkan puluhan pohon tua tumbang di berbagai titik.
Kejadian ini menimbulkan kerusakan pada beberapa bangunan, termasuk fasilitas publik dan rumah warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung bergerak cepat untuk menangani dampak bencana tersebut.
Kalaks BPBD Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali, SE, M.Si, menuturkan, pohon-pohon tumbang terjadi di beberapa lokasi strategis, seperti kantor Wali Kota, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota, SPBU Sulaa, depan kantor perpustakaan, lingkungan Kaliwu-Liwu Kelurahan Bataraguru, depan stadion, dekat rumah Asisten 3, sekitar Jembatan Batu, SMPN 2 Baubau, pendakian Benteng Keraton, kantor BPJS, SDN 3 Lamangga, dan KPPP.
Bahkan, beberapa bangunan seperti SMPN 3 Baubau dan SDN 3 Lamangga mengalami kerusakan atap akibat tertimpa pohon. Dua rumah warga di Kelurahan Bataraguru juga turut menjadi korban.
“Kami bersama Damkar dan DLH telah melakukan kolaborasi untuk membersihkan sisa-sisa dahan dan pohon yang tumbang. Prioritas kami adalah memastikan keamanan dan keselamatan warga,” ujarnya, Jumat 7 Februari 2025.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
“Masyarakat diharapkan tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan, terutama yang disertai angin kencang. Selain itu, tingkatkan kewaspadaan di malam hari,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Baubau, Muh Massad, SE, M.Si, mengungkapkan bahwa intensitas kegiatan penyelamatan pada Jumat hari ini sangat tinggi.
“Badai yang terjadi sejak Kamis malam hingga Jumat pagi membuat tim Damkar terlibat langsung dalam pemotongan pohon tumbang di beberapa titik, seperti Depan Dolog, Kompleks Kodim 1413 Buton, dan lokasi lainnya,” jelasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya penanganan dan mitigasi bencana alam, terutama di daerah yang rawan cuaca ekstrem.
Pemerintah Kota Baubau diharapkan dapat melakukan evaluasi dan langkah preventif untuk mengurangi risiko serupa di masa mendatang. (Sir)





